DetikNews
Kamis 07 Desember 2017, 23:44 WIB

Novel Diizinkan Pulang dari RS, 4 Minggu Lagi Operasi Tahap Dua

Nur Indah Fatmawati - detikNews
Novel Diizinkan Pulang dari RS, 4 Minggu Lagi Operasi Tahap Dua Penyidik senior KPK Novel Baswedan kembali menjalani operasi mata kirinya. Bukan operasi tahap kedua, melainkan pembaruan penanaman jaringan gusi. (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta - Penyidik senior KPK Novel Baswedan sudah diperbolehkan pulang setelah menjalani operasi ulang tahap 1 kemarin. Dia kini menjalani rawat jalan di Singapura.

"Sudah diizinkan pulang dan jalan lagi. Pulang ke apartemen, (menjalani) rawat jalan lagi," ucap istri Novel, Rina Emilda, kepada detikcom, Kamis (7/12/2017).


Emil, sapaan akrabnya, menyebut perkiraan operasi tahap 2 itu baru bisa terealisasi hingga sebulan ke depan, tergantung kondisi pertumbuhan selaput mata Novel. Sebab, operasi tahap 2 memungkinkan dilakukan jika pertumbuhan selaput mata Novel sudah merata.

"Kalau operasi tambahan selaput ini sudah baik 3-4 minggu ke depan insyaallah operasi tahap 2 (pemasangan kornea)," ungkap Emil.


Sebelumnya, Emil menyebut Novel sudah bisa beraktivitas seperti biasa, misalnya menjalankan salat di masjid. Namun kondisi matanya kirinya belum boleh terkena air pasca-operasi yang baru dijalani kemarin (6/12). Karena itu, di mata yang tertutup perban tersebut juga dilapisi semacam plastik di lapisan bawahnya.

Novel Baswedan mengalami teror penyiraman air keras pada 11 April 2017 setelah melaksanakan salat subuh di masjid dekat kediamannya. Sejak saat itu, Novel berada di Singapura untuk menjalani perawatan terhadap kedua matanya yang terluka akibat air keras.


Kondisi mata kirinya paling parah akibat terpapar zat kimia itu. Operasi tahap kedua, yang seyogianya dilaksanakan pada 20-21 Oktober lalu, mundur dari jadwal karena pertumbuhan kornea matanya belum rata. Akibatnya, operasi memang diperkirakan ditunda 1-2 bulan kemudian.

Sementara itu, Polda Metro Jaya, yang menangani kasus ini, telah merilis dua sketsa wajah baru terduga pelaku yang terlibat teror penyerangan terhadap Novel. Sebanyak 167 personel kepolisian dikerahkan untuk mengusut kasus ini. Bahkan nomor hotline juga dibuka bagi masyarakat yang memiliki informasi mengenai identitas keduanya.
(nif/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed