DetikNews
Kamis 07 Desember 2017, 20:43 WIB

Din Syamsuddin: PBB Harus Nyatakan Klaim AS atas Yerusalem Tak Benar

Audrey Santoso - detikNews
Din Syamsuddin: PBB Harus Nyatakan Klaim AS atas Yerusalem Tak Benar Bentrokan antara warga Palestina dan tentara Israel pecah di Ramallah, Tepi Barat. (AFP Photo/Abbas Momani)
Jakarta - Mantan Ketua Umum Muhammadiyah Din Syamsuddin menyebut Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah melakukan provokasi di tengah ketegangan hubungan antara Israel dan Palestina. Din menyuarakan agar PBB menyatakan sikap Trump salah.

"Ini merupakan provokasi yang saya kira ini dunia internasional, termasuk PBB, harus menyatakan ini tindakan yang tidak dapat dibenarkan," kata Din saat menjadi pembicara dalam konferensi terkait Palestina di gedung Nusantara V, kompleks DPR/MPR, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (7/12/2017).


Din menyebut sikap Trump dapat dinilai sebagai bentuk dukungan agresi atau invasi satu negara terhadap negara lain. Dalam konteks ini, Israel menjajah Palestina. Padahal, menurutnya, warga Palestina dan Israel selama ini tinggal bersama Kota Yerusalem.

"Keputusan Presiden Donald Trump itu dapat dipandang sebagai bentuk agresi, invasi negara luar. Dan apalagi Yerusalem selama ini masih diperebutkan. Yang didiami baik warga negara Palestina, baik sebagian warga Israel," ujar Ketua Prakarsa Persahabatan Indonesia-Palestina (PPIP) ini.


Din menolak dan mengutuk sikap Trump atas Yerusalem. Dia pun berpendapat manuver politik Trump itu akan mengganggu proses perdamaian yang masih dalam proses penjajakan antara Palestina dan Israel.

"Keputusan ini harus kita tolak, lebih dari sekadar, kita kutuk sekeras-kerasnya. Karena akan mengganggu proses perdamaian yang selama ini sudah berlangsung, dan Yerusalem ini isu yang belum bisa diselesaikan, terutama untuk jadi ibu kota, baik bagi Palestina maupun bagi Israel," ucap Din.


Din mengungkapkan saat ini solusi-solusi moderat telah dibahas untuk menyelesaikan konflik perebutan wilayah antara Israel dan Palestina. Solusi tersebut antara lain pembagian wilayah yang diperebutkan dan menjadikan Yerusalem sebagai kota suci internasional.

"Tiba-tiba Amerika Serikat secara sepihak, aksi Donald Trump ini sangat-sangat sepihak," protes Din.

"Oleh karena itu, tidak hanya umat Islam, umat agama mana pun yang cinta perdamaian dan keadilan harus menolaknya," tegas Din.
(aud/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed