DetikNews
Kamis 07 Desember 2017, 20:40 WIB

Panggil Dubes AS, Menlu Sampaikan Lagi Kecaman RI soal Yerusalem

Tsarina Maharani - detikNews
Panggil Dubes AS, Menlu Sampaikan Lagi Kecaman RI soal Yerusalem Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi (Antara Foto/Muhammad Iqbal)
Tangerang - Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi mengatakan pertemuannya dengan Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Joseph Donovan terkait dengan Yerusalem. Menlu menegaskan posisi Indonesia yang mengecam keras AS karena mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

"Dalam pertemuan saya sampaikan kembali posisi resmi pemerintah Indonesia sebagaimana disampaikan oleh Presiden RI pagi ini. Saya ulang lagi apa yang sudah saya sampaikan," kata Retno setelah bertemu Donovan di Indonesia Convention Exhibiton (ICE) BSD, Tangerang, Kamis (7/12/2017).

Retno dalam pertemuan juga menyinggung rilis Kedubes AS yang tidak sesuai dengan situasi sebenarnya. Dalam rilis Kedubes AS, Donovan menyebut sikap AS yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel sudah dikonsultasikan dengan Indonesia.

"Dubes menyampaikan ada kesalahan penerjemahan bahwa versi Indonesia tidak benar," sambungnya.

"Saya mohon missed spekulasi dan interpretasi terhadap proses yang sudah dijalankan pemerintah Indonesia yang sejak awal sampaikan posisi jelas," sambungnya.

Presiden Joko Widodo sebelumnya mengecam keras pengakuan sepihak AS terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan meminta AS mempertimbangkan kembali keputusan tersebut.

"Pengakuan sepihak tersebut telah melanggar berbagai resolusi Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB yang Amerika Serikat menjadi anggota tetapnya serta bisa mengguncang stabilitas keamanan dunia," kata Jokowi di Istana Bogor.

"Saya dan rakyat Indonesia, kita semuanya, tetap konsisten untuk terus bersama dengan rakyat Palestina dalam memperjuangkan kemerdekaan dan hak-haknya sesuai dengan amanah Pembukaan UUD 1945," sambungnya.

Pemerintah Indonesia, kata Jokowi, sudah berkomunikasi dengan negara-negara OKI agar OKI mengadakan sidang khusus tentang masalah pengakuan sepihak ini dam meminta PBB untuk segera bersidang menyikapi pengakuan sepihak AS.
(fdn/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed