Surat Berbau Misterius Itu Dikirim Konjen Australia di Bali

Surat Berbau Misterius Itu Dikirim Konjen Australia di Bali

- detikNews
Senin, 06 Jun 2005 22:07 WIB
Bali - Akhirnya Konsulat Jenderal (Konjen) Australia di Bali mengakui telah mengirimkan surat berbau misterius. Hanya saja, Konjen Australia baru mengaku telah mengirimkan surat itu kepada Ketua Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, bukan kepada Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar. Pengakuan itu disampaikan Kepala Bidang Humas Polda Bali Kombes Pol As Reniban di Laboratorium dan Forensik (Labfor) Polda Bali, Jl Gunung Shangyang, Denpasar, Senin (6/6/2005) sekitar pukul 21.00 Wita."Dari hasil interogasi, Ross Tyose memang benar bekerja sebagai staf konjen, dan surat itu memang dikirim oleh konjen ke Ketua PN Denpasar," kata As Reniban di sela-sela pemeriksaan kedua surat berbau yang tidak lagi misterius itu.Reniban pun mengkronologiskan bagaimana akhirnya surat berbau itu sampai ke meja Ketua PN Denpasar Nengah Suryada. Surat itu dibuat oleh Ross pada tanggal 2 Juni 2005. Untuk mengesahkan surat, Ross mengajukan usulan surat ke konjennya. Akhirnya, surat itu disetujui dan ditandatangani sendiri oleh Ross.Ross memberikan surat itu kepada staf lainnya untuk dilem, diberi amplop dan akhirnya diserahkan ke supir. Alhasil, sampailah surat itu ke tangan Nengah Suryada. "Tidak ada keterlibatan orang lain, hanya staf. Surat itu pun tidak sempat nginep ke mana-mana, begitu selesai langsung dikirim," tegas Reniban kepada wartawan.Polri akhirnya memastikan bahwa surat itu memang berasal dari konjen. Menurut Reniban, dari hasil penulisan komputer milik Konjen Australia di Bali itu terdapat banyak kemiripan dengan penulisan pada surat berbau itu. "Kita baca tanda titik, koma dan spasi tidak ada perbedaan," tambahnya.Ketika ditanyakan apakah konjen mengakui kesalahannya atau akan minta maaf atas kegegeran ini, Reniban menjawab "Bagaimana mengatakan dia (konjen) bersalah, karena saat ini masih dalam pemeriksaan. Buat apa minta maaf kalau tidak ada apa-apa." (ism/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini