DetikNews
Kamis 07 Desember 2017, 15:09 WIB

PDIP dan PKS Interupsi soal Yerusalem Saat Paripurna

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
PDIP dan PKS Interupsi soal Yerusalem Saat Paripurna Paripurna DPR. (Foto: Lamhot Aritonang)
Jakarta - Interupsi mewarnai paripurna persetujuan DPR atas hasil uji kepatutan dan kelayakan Marsekal Hadi Tjahjanto menjadi panglima TNI. Fraksi-fraksi di DPR menyuarakan sikap tentang kebijakan Presiden AS Donald John Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Fraksi PPP melalui ketuanya, Reni Marlinawati menyinggung sikap Bung Karno soal Palestina dalam interupsinya. Jika Bung Karno masih hidup, kata Reni, beliau pasti akan menangis melihat tingkah laku Trump.

"Peristiwa ini sangat menyakitkan bagi kita. Andai Bung Karno masih hidup, pasti beliau menangis sekeras-kerasnya," kata Renny di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (7/12/2017).

Menurut Reni, Bung Karno sangat fokus dan peduli atas penjajahan di dunia. Reni menyebut Bung Karno banyak berperan memerdekakan suatu negara, namun belum untuk Palestina.

"Beliau sukses memerdekakan kecuali Palestina," ungkapnya.

Sementara itu, politikus PDIP Aria Bima turut mengecam kebijakan Trump. Aria Bima menyebut Trump sangat subjektif dalam kontroversi Yerusalem.

"AS hanya mengedepankan kepentingan subjektif tanpa mau mencari hal solutif," ungkapnya.

Aria Bima memandang Trump hanya akan memperparah konflik di Timur Tengah. "Memicu kecenderungan, ada kecenderungan muncul konflik baru memperparah konflik timur tengah," sebut dia.

Sementara itu, anggota Komisi I F-PKS Sukamta juga mengkritik keras Trump. Menurutnya, Trump akan memancing kemarahan umat muslim dunia dengan kebijakannya. Dia mendorong DPR RI dapat mengambil sikap tegas di forum parlemen dunia.

"Jelas apa yang dilakukan Trump sudah melanggar garis batas kemarahan umat Islam. Karena Yerusalem bukan masalah Palestina, tapi milik umat Islam seluruh dunia," tutur Sukamta.
(gbr/dkp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed