DetikNews
Kamis 07 Desember 2017, 16:53 WIB

Polres Jaksel Ungkap Kasus Sopir dan PRT Gasak Harta Majikan

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Polres Jaksel Ungkap Kasus Sopir dan PRT Gasak Harta Majikan Polres Jaksel rilis pengungkapan kasus kejahatan Foto: Kanavino/detikcom
Jakarta - Polres Jakarta Selatan merilis sejumlah kasus yang berhasil diungkap jajarannya. Salah satu yang menonjol adalah kasus sopir dan pembantu rumah tangga (PRT) yang menggasak harta majikan.

Kasat Reksrim Polres Jakarta Selatan AKBP Bismo Teguh menggelar jumpa pers di Mapolres Jakarta Selatan, Jalan Wijaya, Jakarta Selatan, Kamis (7/12/2017). Ada 2 kasus menonjol soal pencurian di rumah yang berhasil diungkap.

Peristiwa pertama terjadi di Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Selasa (22/8) lalu. Saat itu sopir berinisial PH melihat rumah majikannya Edimel sepi. Niat jahatnya muncul. Dia masuk ke dalam rumah dan mencoba menggasak harta.

Polres Jaksel rilis pengungkapan kasus kejahatanPolres Jaksel rilis pengungkapan kasus kejahatan Foto: Kanavino/detikcom

Aksi PH dipergoki oleh pembantu rumah, Ros. Bukannya berhenti, PH malah kalap dan menganiaya Ros hingga tidak berdaya.

"Pelaku ini menyasar brankas dan dipergoki oleh pembantu rumah tersebut. (Ros) Kemudian dianiaya," kata AKBP Bismo.

Melihat Ros tidak berdaya, PH kembali melancarkan aksinya. Dia membawa kabur barang-barang berharga milik majikannya itu.

"Kerugiannya perhiasan dan brankas sekitar Rp 70 juta," ujar Bismo. Polisi yang kemudian mengetahui hal ini langsung bergerak cepat melakukan pengejaran.

PH berhasil diringkus di Cilacap, Jawa Tengah, Senin (27/11). Dari tangan PH polisi menyita brankas dan perhiasan sebagai barang bukti. PH lalu ditahan dan dijerat dengan pasal 365 KUH tentang pencurian dan kekerasan.

Kasus lainnya yang berhasil diungkap Sat Reskrim Polres Jakarta Selatan terjadi pada Rabu (8/11) lalu di Antasari Residence, Jakarta Selatan. Kali ini pembantu rumah tangga (PRT) berinisial SH yang menggasak harta majikannya.

SH mencuri perhiasan milik majikannya saat rumah sedang sepi. Dia sebelumnya berdalih meminta izin pulang ke kampung halaman di bulan ketiga dia bekerja.

"Di bulan ketiga meminta izin pulang tapi saat pulang tersebut membawa barang milik-milik majikannya," kata Bismo.

Barang bukti yang disita polisiBarang bukti yang disita polisi Foto: Kanavino/detikcom

SH menggasak harta di kamar majikannya. Dia membawa kabur perhiasan yang ditaksir bernilai Rp 10 juta. SH cukup lama kabur sebelum akhirnya diringkus polisi Selasa (28/11) lalu.

"Penangkapan tersangka dilakukan di Pandeglang, Banten," kata Bismo. Atas perbuatannya, SH yang telah ditetapkan jadi tersangka dijerat dengan pasal 362 KUHP tentang pencurian.

Bismo meminta agar 2 kasus tersebut bisa dijadikan pelajaran oleh masyarakat. Pemilik rumah harus waspada menjaga barang-barang berharga di dalam rumah. Pemasangan CCTV juga bisa membantu polisi mengungkap kasus.
(hri/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed