DetikNews
Kamis 07 Desember 2017, 15:29 WIB

Menlu Retno Luruskan Klaim Dubes AS Soal Konsultasi Terkait Yerusalem

Tsarina Maharani - detikNews
Menlu Retno Luruskan Klaim Dubes AS Soal Konsultasi Terkait Yerusalem Menlu Retno di BDF (Foto: Tsarina Maharani/detikcom)
Tangerang - Dubes AS untuk Indonesia, Joseph Donovan mengklaim sudah berkonsultasi dengan pemerintah Indonesia sebelum mengumumkan pengakuan Yerusalem sebagai ibukota Israel. Menlu RI, Retno LP Marsudi meluruskan klaim tersebut.

"Saya membaca ada berita yang mengatakan bahwa dubes AS klaim sudah konsultasi dengan Indonesia. Saya ingin tegaskan konsultasi ini maksudnya apa," kata Retno kepada wartawan di sela-sela Bali Democracy Forum ke-10, di Indonesia Convention Exhibiton (ICE), Jl BSD Grand Boulevard, Tangerang, Kamis (7/12/2017).

Yuk, Tonton Video 20Detik! Jokowi: Kami Kecam Keras Pengakuan Sepihak AS terhadap Yerusalem!

[Gambas:Video 20detik]



Retno merunut upaya diplomasi yang telah dia lakukan sejak ada kabar rencana Presiden AS Donald Trump memindahkan Kedubes AS dari Tel Aviv ke Yerusalem. Dia sudah memanggil Dubes AS pada Senin (4/12) pagi. Saat itu, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah AS soal rencana ini.

"Dubes AS bertemu dengan saya, iya. Karena saya panggil dan yang saya sampaikan adalah posisi Indonesia untuk disampaikan kepada pemerintahnya," unkap Retno.



Retno kemudian kembali berbicara Dubes AS pada Rabu (6/12) karena dia hendak menghubungi Menlu AS, Rex Tillerson. Pembicaraan Retno dengan Tillerson kemudian terjadi pada Rabu (6/12) malam.

"Dalam pembicaraan saya sampaikan kembali mengenai posisi Indonesia. Saya sampaikan kembali bahwa pengumuman tersebut akan membahayakan proses perdamaian dan perdamaian itu sendiri. Dan pengakuan tersebut juga tidak sejalan dengan resolusi-resolusi DK PBB yang ada. Jadi posisi Indonesia jelas sudah kami sampaikan," papar Retno.

Dia khawatir konteks 'konsultasi' yang digunakan oleh Dubes AS jadi salah dipersepsikan. Retno memang berkomunikasi dengan Dubes AS dan itu adalah inisiatif Indonesia untuk menyampaikan sikap bahwa proses pemindahan Kedubes AS ini membahayakan proses perdamaian.

"Jadi sekaligus saya ingin meluruskan itu, bahwa konsultasi yang disampaikan oleh Dubes AS itu adalah komunikasi yang dimulai dari Indonesia memanggil Dubes AS untuk kita menyampaikan posisi kita, untuk disampaikan pada Capitol-nya, dia membawa pesan dari Capitol-nya dan saya kembali menghubungi menlu AS untuk menekankan kembali posisi kita," tegas Retno.



Sebelumnya diberitakan, Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Joseph Donovan, menyebut sikap AS yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel sudah dikomunikasikan dengan Indonesia. Komunikasi itu dilakukan sebelum klaim ini diumumkan Presiden AS, Donald Trump.

"Kami telah berkonsultasi dengan para teman, mitra, dan sekutu kami, termasuk Indonesia, sebelum Presiden Trump mengeluarkan keputusannya," kata Donovan dalam pernyataan yang diunggah di situs Kedubes AS, Kamis (7/12/2017).
(imk/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed