Mahasiswa Unitomo Lempari Mapolwiltabes Surabaya dengan Tomat
Senin, 06 Jun 2005 18:31 WIB
Surabaya - Konflik di tubuh yayasan yang mengelola perguruan tinggi kembali terjadi. Kini konflik menimpa Yayasan Pendidikan Cendikia Utama (YPCU) yang mengelola Universitas Dr Soetomo (Unitomo), Surabaya. Tak rela rektornya, Prof Santoso S Hamijoyo diperiksa polisi, ratusan mahasiswa melempari Mapolwiltabes Surabaya dengan tomat. Semula aksi demo yang digelar mahasiswa dan karyawan ini berlangsung damai, Senin (6/6/2005). Mereka keberatan Polwiltabes Surabaya menindaklanjuti laporan dugaan korupsi dana mahasiswa Rp 6,4 miliar."Kami seluruh elemen Unitomo tidak akan menyerahkan rektor kami ditahan sebelum Polwiltabes mencabut kasus tersebut," kata Koordinator lapangan, Abasi, saat berdemo di depan Mapolwiltabes, Jl Sikatan, Surabaya.Tindakan polisi yang terus menindaklanjuti laporan tersebut dinilai sewenang-wenang. Kasus ini dilaporkan ke polisi beberapa waktu lalu oleh Setiyo Pardi yang mengatasnamakan YPCU. Dalam aksi ini juga sempat terjadi insiden, salah seorang mahasiswa Unitomo yang mengikuti unjuk rasa tersebut sempat tersambar api saat mencoba membakar ban. Untunglah, api tersebut tidak sempat menjalar di tubuh mahasiswa naas itu. Dalam aksi ini, para mahasiswa membawa keranda mayat yang bertuliskan Keadilan Telah Mati dan juga membawa ratusan poster di antaranya bertuliskan Polwiltabes Tidak Adil. Kesal karena tidak ada salah satu pun pejabat Polri yang keluar, massa akhirnya melempari Mapolwiltabes dengan tomat. Setelah puas berdemo, massa kemudian meninggalkan Mapolwiltabes.
(ton/)











































