DetikNews
Kamis 07 Desember 2017, 14:53 WIB

Buwas: Jaringan China Pasok Ribuan Ton Sabu ke Indonesia

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Buwas: Jaringan China Pasok Ribuan Ton Sabu ke Indonesia Buwas (Foto: Angling Adhitya Purbaya-detikcom)
Jakarta - Kepala BNN Komjen Budi Waseso dibuat terkaget-kaget saat kunjungan ke China beberapa waktu lalu. Bukan tanpa alasan kagetnya itu, dia menemui fakta kalau jaringan narkotika China menjadi pemasok terbesar sabu ke Indonesia.

"Kaget saya di kala saya menemukan data akurat dari China. Sumber narkotika terbesar jenis sabu terbesar itu dari China dan itu diakui China. Tadinya dia bantah, tapi diakui di kala kami datang ke China," ujar pria yang akrab disapa Buwas ini di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (7/12/2017).

Buwas menuturkan ada data akurat yang menjelaskan jaringan narkotika China jadi pemasok sabu terbesar ke Indonesia. Hal ini membuatnya miris.

"Saya miris dan terkejut karena di China itu terdata produksi sampai tingkat kabupaten/provinsi dan mereka bisa mendatakan produksi ini larinya ke mana, di beli oleh siapa dan pada akhirnya disispkan kepada khusus Indonesia," sebut dia.

"Dikuatkan keterangan itu oleh 4 kepolisian China dengan 1 kementerian masalah narkotika di China," imbuh Buwas.

Dikatakan Buwas, jumlah sabu yang dipasok dari China ke Indonesia tak sedikit. Jika ditotal, beratnya bahkan mencapai ribuan ton.

"Satu produksi sabu yang dipasok ke Indonesia sebanyak 200... (data tahun) 2016 lah, itu data dari dia 250 ton bentuk sabu. Prekusor yang terkirim ke Indonesia dari China, pasar gelap bukan resmi, itu 1.096,7 ton," ungkap Buwas.

Buwas juga mengungkap total belanja narkotika di Indonesia selama satu tahun. Jika dirata maka per tahunnya Indonesia menghabiskan dana hampir Rp 70 triliun untuk belanja narkotika.

"Satu jaringan, Poni Tjandra dengan jaringannya yang berhubungan Freddy Budiman, itu kita buktikan dalam satu tahun dia menghasilkan Rp 3,6 T. Itu hasil TPPU. Kalau 72 jaringan selama 1 tahun menghasilkan 1 triliun, maka belanja narkotika di Indonesia ini Rp 72 T," sebut Buwas.


(gbr/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed