Pemkab Serang Tegaskan SDN Sadah Bukan Bekas Kandang Kerbau

Pemkab Serang Tegaskan SDN Sadah Bukan Bekas Kandang Kerbau

Andi Saputra - detikNews
Kamis, 07 Des 2017 13:33 WIB
Pemkab Serang Tegaskan SDN Sadah Bukan Bekas Kandang Kerbau
Serang - Pemerintah Kabupaten Serang, Banten, menyatakan tidak pernah memanggil siswi SDN Sadah yang mengeluhkan sekolahnya. Pemkab menegaskan pertemuan itu adalah inisiatif warga.

Berikut ini penjelasan lengkap Pemkab Serang yang dibuat Kabag Kominfo Setda Kabupaten Serang Anas Dwisatya sebagaimana diterima detikcom, Kamis (7/12/2017):

1. Bahwa ruang kelas sementara SDN Sadah yang ada di Kampung Sadah, Kecamatan Ciruas, bukan bekas kandang kerbau. Ruang kelas yang dipakai siswa adalah ruang kelas milik Madrasah Hidayatul Mustafid.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karena ruang kelas yang ada tidak cukup, warga secara swadaya membangunkan ruang kelas sementara dengan bangunan seadanya. Jadi tidak benar bahwa ruang kelas sementara yang digunakan oleh siswa SDN Sadah adalah bekas kandang kerbau.

2. Bahwa Bupati Serang Rt Tatu Chasanah tidak pernah memanggil siswa SDN Sadah. Pertemuan antara Bupati dan warga Sadah, siswa SDN Sadah, dan perwakilan SDN Sadah adalah atas dasar inisiatif warga.

Setelah pemberitaan SDN Sadah muncul di media massa, Bupati langsung mengirimkan tim ke SDN Sadah. Tim ini menawarkan siswa untuk pindah sementara waktu kegiatan belajar-mengajarnya ke SDN Sadah II, yang lokasinya 800 meter dari lokasi SDN Sadah I.

Pemkab juga menawarkan mobil antar-jemput bagi siswa. Tetapi siswa dan warga menolak tawaran tersebut. Siswa tetap ingin sekolah di lokasi yang saat ini ditempati. Warga meminta bertemu dengan Bupati untuk menyampaikan aspirasi mereka. Awalnya Bupati yang akan langsung menemui warga di Kampung Sadah.

Akan tetapi, warga kemudian ingin bertemu langsung dengan Bupati di pendapa. Bupati sama sekali tidak tahu jika ada siswa SD Sadah yang turut serta dibawa dalam pertemuan di pendapa.

3. Selanjutnya, dalam berita dikesankan seolah-olah Bupati menekan dan menginterogasi siswa. Yang ada sebenarnya bupati hanya ingin mendengar keinginan dan harapan siswa.

Bupati dalam pertemuan itu hanya bertanya apakah siswa nyaman atau tidak di lokasi yang sekarang, dan mau pindah atau tidak. Bahkan dalam kalimat awal perbincangan dengan siswa, Bupati memulainya dengan kata 'anakku sayang'. Maksud Bupati hanya ingin mendengar pernyataan dari siswa adalah karena Bupati tidak mau terjadi simpang siur informasi mengenai SDN Sadah.

4. Bupati Serang sudah mengunjungi SDN Sadah pada 3 Februari 2017. Bupati sudah menekankan kepada jajarannya agar mempercepat pembebasan lahan untuk SDN Sadah dan pembangunan sekolah.

Sejak 2015, Pemkab Serang sudah menganggarkan dana untuk pembebasan lahan dan pembangunan gedung SDN Sadah. Namun terbentur pada pemilik lahan yang mematok harga di luar harga yang ditetapkan tim apraisal atau tim penaksir harga. (asp/rvk)


Berita Terkait