"Pengumuman bahwa Amerika Serikat mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan rencana pemindahan Kedubes AS dari Tel Aviv ke Yerusalem mungkin akan menimbulkan aksi protes, beberapa di antaranya berpotensi menjadi rusuh. Kedutaan Besar AS di Jakarta mengimbau agar warga AS hati-hati dan waspada dengan keamanan pribadi," pesan Kedutaan Besar AS seperti dikutip detikcom dari id.usembassy.gov, Kamis (7/12/2017).
Video 20Detik: Momen Trump Teken Dokumen Yerusalem Jadi Ibu Kota Israel
Kedubes AS mengingatkan agar warganya selalu berhati-hati. Pihaknya juga meminta agar warga AS meningkatkan kewaspadaan demi menjaga keselamatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pertahankan tingkat kewaspadaan, ambil langkah tepat untuk meningkatkan keamanan pribadi Anda, dan ikutilah instruksi otoritas setempat. Hindari lokasi demonstrasi, dan berhati-hatilah jika berada di kerumunan, aksi protes, atau demonstrasi," sambung pernyataan tersebut.
Seperti diketahui, Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan pengakuan resmi bahwa ibu kota Israel adalah Yerusalem. Pemindahan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem segera dilakukan.
Pidato bersejarah Trump ini disampaikan di Gedung Putih, Washington, DC, pada Rabu (6/12) siang waktu AS, atau Kamis (7/12) dini hari waktu Indonesia. Trump didampingi Wakil Presiden AS Mike Pence saat menyampaikan pidato ini.
Keputusan Trump itu langsung menuai berbagai kecaman dan aksi protes dari berbagai belahan dunia. Sejumlah warga di negara Palestina, Turki, dan Yordania menggelar aksi protes ke jalan mengecam pengakuan tersebut. (ams/tor)











































