"Organda yang kasih masukan dan contoh mobil/unitnya. Kita lihat, oke, boleh. Tapi kita kaji plus-minusnya seperti apa," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Andri Yansah di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (7/12/2017).
Kendati telah menampung usul tersebut, Andri mengungkapkan wacana tersebut masih perlu dikaji lebih dalam, misalnya mengkaji faktor keterangkutan penumpang yang berpengaruh pada jumlah armada.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Andri tak menampik jika penerapan kebijakan tersebut akan meningkatkan kenyamanan penumpang. Namun, lanjut Andri, kenyamanan tersebut juga harus dikaitkan dengan faktor jarak tempuh angkutan tersebut.
"Karena angkot itu kan trayeknya pendek. Betul nggak? Makanya di situ pakai berhadap-hadapan karena trayek pendek. Karena in-out-nya gampang. Jadi faktor-faktor itulah yang harus kita kaji," ujarnya.
Sebagaimana diketahui, Dishub DKI Jakarta tengah membahas program kursi angkot menghadap ke depan. Program tersebut disebut sebagai upaya peningkatan aspek keselamatan dan kenyamanan transportasi umum di Jakarta.
"(Program kursi menghadap ke depan) masih dibahas. Mulai dibahas dalam rangka peningkatan pelayanan dan keselamatan," papar Wakadishub DKI Jakarta Sigit Wijatmoko kepada detikcom, Rabu (6/12/2017). (aan/aan)











































