DetikNews
Kamis 07 Desember 2017, 04:18 WIB

Warga Aceh: Banjir Bisa Diatasi Jika Pemerintah Serius

Datok Haris Molana - detikNews
Warga Aceh: Banjir Bisa Diatasi Jika Pemerintah Serius Foto: Banjir di Lhoksukon, Aceh. (Datok Haris Molana-detikcom)
Lhoksukon - Warga yang menjadi korban banjir di Aceh Utara menilai pemerintah setempat selama ini tidak peka terhadap penanganan masalah banjir. Padahal, bencana ini bisa diatasi jika Pemerintah Aceh Utara serius dalam mengatasinya.

"Saya melihat selama ini Pemerintah Aceh Utara tidak serius dalam menyikapi permasalahan banjir. Seharusnya, banjir yang nyaris setiap tahun ada dapat menjadikan pengalaman pemerintah untuk bertindak," kata salah seorang warga Lhoksukon, Azwir kepada detikcom, Rabu (6/12/2017) malam.

 Warga Aceh: Banjir Bisa Diatasi Asal Pemerintah SeriusFoto: Banjir di Lhoksukon, Aceh. (Datok Haris Molana-detikcom)


Dia mencontohkan, akibat banjir di Kecamatan Lhoksukon akibat luapan air sungai yang berimbas jebolnya tanggul di Desa Blang, Lhoksukon. Jika diingat beberapa tahun ke belakang, jebolnya tanggul persis di lokasi yang sama.

Nah, dapat diduga ketidakseriusan pemerintah dalam mengerjakan tanggul jebol tahun sebelumnya berdampak pula pada tahun ini.

Di sisi lain, seharusnya pemerintah juga belajar dari pengalaman. Jika sebelumnya dengan kondisi tanggul di setiap daerah meluap jika air sungai penuh. Pemerintah bisa mengambil langkah dengan meninggikan setiap tanggul- tanggul di daerah tersebut.

"Saya berharap pemimpin harus lebih bijak dalam melihat suatu permasalahan. Setiap pekerjaan fisik yang dibuat untuk masyarakat layak dan berkualitas," sebut Azwir.

Banjir yang melanda Kabupaten Aceh Utara, Aceh, memang berangsur surut. Namun, ratusan korban di Kecamatan Lhoksukon masih tetap mengungsi di sejumlah meunasah (surau) desanya masing- masing.

 Warga Aceh: Banjir Bisa Diatasi Asal Pemerintah SeriusFoto: Banjir di Lhoksukon, Aceh. (Datok Haris Molana-detikcom)


Para warga di Lhoksukon itu terlihat mengungsi di meunasah (surau) Desa Cibreuk, Desa Blang dan juga tampak di Desa Dayah. Saat detikcom menyambangi posko pengungsian di Desa Cibrek, tampak para warga korban banjir asyik memasak dan ada juga yang sudah beristirahat.

"Masih ada air di rumah kami. Walaupun banjir sudah berangsur surut disebagian Kecamatan Lhoksukon," kata salah seorang warga Cibrek, kepada detikcom, Rabu (6/12).

Dia menyebutkan masih ada puluhan warga yang mengungsi. Soal, air banjir belum semuanya surut dan kering. Misalnya di Desa Cibrek, ada sebagian rumah warga yang terendam air dengan ketinggian rata-rata 30 hingga 40 cm.

"Semoga saja air terus surut hingga pemukiman seluruhnya kering. Termasuk, semoga hujan deras tidak turun sehingga air sungai tidak meluap lagi. Kepada pemerintah, diharapkan terus memperhatikan warganya yang menimpa musibah. Kami butuh bantuan logistik supaya bisa bertahan, apalagi saat ini aktivitas sedang lumpuh tentunya pendapatan menipis," sebut Aminah.

Untuk diketahui, banjir melanda 16 kecamatan di Kabupaten Aceh Utara, Aceh sejak Sabtu kemarin. Kemudian meluas ke 19 kecamatan dan terakhir menjadi 23 kecamatan. Dari 23 kecamatan, banjir terparah merendam delapan kecamatan diantaranya Lhoksukon, Matangkuli, Pirak Timu, Langkahan, Seunudon, Baktiya, Baktiya Barat dan Tanah Jambo Aye.

Akibat banjir sejumlah Infrastruktur ikut rusak seperti Jembatan di Desa Teupin Reusep, Kecamatan Sawang, Tanggul Desa Mancang, Desa Tanjong Mesjid Kecamatan Samudera, Tanggul KM 1 sampai KM 7, Tanggul Alue Drien Kecamatan Lhoksukon, dan Tanggul Desa Paya Beurandang Tanah Luas.
(idh/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed