Wiranto mengatakan dalam rapat tersebut Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyampaikan laporan kesiapan aparat keamanan untuk mengamankan wilayah yang menggelar Pilkada Serentak 2018.
"Lalu Mendagri secara detail juga melaporkan kesiapan-kesiapan di daerah. Baik kesiapan penyelenggaraannya, kontestasinya, kemudian juga kesiapan pendanaannya, itu juga sudah disampaikan secara detail kepada Bapak Presiden," kata Wiranto di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (6/12/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sesungguhnya memang ada satu hal yang perlu kita antisipasi, masih ada beberapa daerah tingkat provinsi, kabupaten atau kota yang masih punya tingkat kerawanan cukup tinggi dan ini masih ada waktu," katanya.
Dikatakan Wiranto, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) juga telah melakukan survei. Kemenko Polhukam juga telah menentukan daerah-daerah mana yang tingkat kerawanannya tinggi.
"Apakah provinsi, apakah kabupaten-kabupaten, sehingga pada saatnya nanti Pilkada dapat dilaksanakan secara kondusif tanpa adanya gangguan keamanan, sukses. Sehingga tadi dilaporkan secara menyeluruh kepada Bapak Presiden," katanya.
"Tentunya nanti akan diambil langkah-langkah untuk bagaimana indikator-indikator kelemahan ini di beberapa daerah segera dapat ditekan, sehingga Pilkada dapat berjalan dengan baik," tambah Wiranto.
Lantas, kerawanan seperti apa yang dimaksud?
Menurut Wiranto, ada beberapa indikasi kerawanan. Antara lain indikasi kerawanan dalam penyelenggaraan dan kontestasi.
"Lalu indikasi masyarakat pemilihnya, itu semua dijabarkan lebih detail sehingga muncul angka-angka indeks kerawanan itu. Dan mana-mana daerah yang punya kerawanan di sektor mana, ketahuan nanti langsung kita tekan di sektor itu. Sehingga nanti pada saatnya semuanya bisa kondusif," jelas Wiranto. (rjo/jbr)











































