Kematian Riri Pasca Imunisasi Polio Diselidiki
Senin, 06 Jun 2005 16:04 WIB
Bandung - Malang nian nasib Riri. Balita berusia 11 bulan ini mengalami demam tinggi setelah divaksin polio. Komisi Daerah Kejadian Ikutan Pasca Imuniasi (Komda KIPI) Jawa Barat akan menyelidiki penyebab kematian.Takut anaknya terkena wabah polio, orangtua Riri pun antusias membawa anaknya ke posyandu terdekat pada 31 Mei 2005. Laiknya balita lain, Riri yang tengah demam mendapat tetesan vaksin polio.Namun nasib berkata lain. Demam Riri tambah tinggi setelah diimunisasi. Dia pun dibawa ke Rumah Sakit Bayu Asih. Setelah menjalani perawatan beberapa hari, bayi malang itu pun menghembuskan nafasnya pada Minggu (5/6/2005).Kepala Seksi Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Barat Fatimah Resmiati detikcom, Senin (6/6/2005) mengatakan, Komda KIPI akan menyelidiki kematian Riri. Tim ini terdiri dari 4 dokter dari RS Hasan Sadikin dan 1 dokter dari Dinkes Jabar.Riri merupakan balita kedua yang meninggal setelah diimunisasi di Jawa Barat. Balita pertama yang tutup usia setelah divaksin adalah Rangga (4,5), warga Cikalang Girang RT 05 RW 04 Kel Kahuripan Kec Tawang Kota Tasikmalaya, Selasa (31/5/2005) sekira pukul 10.00 WIB. Angga meninggal beberapa jam setelah mendapatkan imunisasi polio. "Seperti kasus kematian Rangga, akan diteliti apakah kasus Riri disebabkan vaksin polio atau bukan," lanjut Fatima. Dinkes Jabar hingga kini belum menerima laporan medis dari RS Bayu Asih terkait kematian Riri.Balita yang bernasib sama yakni Raina Sabrina (11 bulan). Dia dirujuk dari RS Bayu Asih ke RS Hasan Sadikin Bandung pada sore ini. Kondisi bayi asal Purwakarta hingga kini masih mengalami demam tinggi dan lemas setelah divaksin 31 Mei lalu.
(aan/)











































