DetikNews
Rabu 06 Desember 2017, 18:31 WIB

ISNU Jombang Sesalkan Ujian Madrasah Aliyah Berisi Soal Khilafah

Enggran Eko Budianto - detikNews
ISNU Jombang Sesalkan Ujian Madrasah Aliyah Berisi Soal Khilafah
Jombang - Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jombang menyesalkan adanya muatan materi ideologi Khilafah dalam naskah soal penilaian akhir semester mata pelajaran fiqih di madrasah aliyah (MA/SMA). Mereka menilai materi tersebut bisa mempengaruhi pemikiran para pelajar.

Materi khilafah itu salah satunya ditemukan di lembar soal penilaian akhir semester di MAN Jombang. Lembaran soal ini dikerjakan para siswa kelas XII pada Selasa (5/12/2017) di sekolah tersebut.

Soal nomor 1-7 berisi pertanyaan seputar ideologi khilafah. Mulai dari pengertian khilafah, tujuan khilafah, dasar-dasar khilafah, dalil tentang khilafah, sosok khalifah, hingga pengertian baiat.

Bahkan soal nomor 10 berisi pengertian jihad untuk memerangi pihak-pihak yang memusuhi Islam. Sedangkan pada soal nomor 11 dan 12 terkait etika peperangan dalam Islam dan harta rampasan perang.

"Kami menyayangkan adanya materi di pendidikan madrasah aliyah, ini kok kebanyakan tentang khilafah," kata Ketua ISNU Jombang Hannan Majdy sembari menunjukkan lembaran soal kepada wartawan di rumahnya di kompleks Pesantren Tambakberas, Jombang, Rabu (6/12).

Tak hanya di soal ujian, lanjut Hannan, materi khilafah juga termuat dalam buku pelajaran MA di Jombang.

"Bermula dari soal ujian ini, kami cari di kurikulumnya. Ternyata sudah tersistem, terstruktur. Jadi ini bukan kesalahan MKKS atau MGMP atau K3MA, tapi ini dari pusatnya, ini sudah ditanamkan sejak awal pembentukan kurikulum aliyah," ungkapnya.

Adanya materi khilafah dalam mata pelajaran fiqih, kata Hannan, berpotensi mempengaruhi pemikiran para generasi muda.

"Ini seperti memancing ideologi khilafah pada generasi muda kita. Ketika mereka mengenal dan mempelajari khilafah, itu sudah menjadi sel tidur untuk perpecahan NKRI dengan ideologi khilafah yang ditanamkan," terangnya.

Atas temuan ini, ISNU Jombang meminta Kementerian Agama merevisi kurikulum mata pelajaran fiqih.

"ISNU akan kaji dengan tim ahli di bidang pendidikan, bidang agama, kami akan menyampaikan ke Kemenag untuk merevisi kurikulumnya. Demi keutuhan NKRI," jelasnya.

Sementara itu, guru fiqih MAN Tambakberas, Jombang M Maqsum, menuturkan materi khilafah di mata pelajaran fiqih sempat membuat bingung para guru di sekolahnya. Menurut dia, materi khilafah tak terkait dengan faham yang dianut ormas HTI yang dibubarkan pemerintah.

"Khilafah yang ada adalah yang dihubungkan dengan pemerintahan Indonesia, bahwa pemerintahan Indonesia sesuai dengan yang ada di Islam. Jadi tak bertentangan dengan Islam. NKRI juga tak bertentangan dengan Islam," tandasnya.
(asp/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed