"Pak Gatot masih sekitar tiga sampai empat bulan lagi pensiun. Bahwa itu menunjukkan sikap legowo Pak Gatot menanggalkan jabatannya, dan saya salut dengan sikap seperti itu," kata Agus saat ditemui setelah menjadi pemateri Seminar Nasional Kepemudaan di Kampung Coklat Kademangan, Kabupaten Blitar, Rabu (6/12/2017) sore.
Menurut Agus, tradisi itu sangat positif karena menunjukkan adanya dukungan dari angkatan lain dalam TNI terhadap pencalonan KSAU Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai calon Panglima TNI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan mengantarkan Marsekal Hadi tes di DPR, secara politis menunjukkan memang itu calon yang diusulkan. Selain itu, sebagai sikap legowo Pak Gatot juga bentuk support kepada calon Panglima TNI yang baru untuk siap bertugas," tambahnya.
Momen Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengantar calon penggantinya untuk ikut uji di DPR merupakan tradisi baru. Sebelumnya, tak ada calon Panglima TNI yang diantar pendahulunya.
Pagi tadi, Rabu (6/12), KSAU Marsekal Hadi Tjahjanto, yang merupakan calon Panglima TNI, tiba di DPR sekitar pukul 09.15 WIB. Hadi tidak sendirian karena dia didampingi Jenderal Gatot. Ada pula KSAD Jenderal Mulyono dan KSAL Laksamana Ade Supandi, yang menemani. (asp/asp)










































