Kepala Badan Karantina Kementan Banun Hartini mengatakan, 1,53 ton buah ilegal tersebut diamankan petugas saat tengah dipindahkan oleh para pelaku dari sebuah long boat ke mobil pickup di sebuah Dermaga di Kecamatan Sebatik Utara, Kalimantan Utara.
"Penangkapan ini berawal dari informasi masyarakat yang menyebut ada upaya penyelundupan buah yang di lakukan di dermaga Lalosalo Sebatik Utara. Kemudian ketika petugas melakukan pengecekan ditemukan kebenaran informasi tersebut, dan dilakukan penangkapan," kata Banun saat ditemui perjanjian kerjasama antara Badan Karantina Kementan dengan Polri dan TNI di Bogor, Rabu (6/12/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pemilik barang berinisial H juga diamankan. Dari hasil pemeriksaan, buah segar itu tidak dilengkapi Phitosanitary Certificate dari negara asal," kata Banun.
Saat ini ribuan buah tersebut diamankan di Kantor Karantina Tarakan Wilker Sebatik karena melanggar UU Nomor 16 tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan dan turunannya.
Penyelundup Pakai Long Boat
Petugas melakukan penahanan ke pelaku penyelundupan berinisial H beserta barang bukti. H menyelundupkan menggunakan long boat.
"Saat kita lakukan pengecekan ke lokasi, ternyata benar. Dari hasil penyelidikan petugas Karantina ditemukan sebuah long boat dari Tawau yang sedang bongkar muat buah segar ke atas mobil pick up," terang Petugas Balai Karantina Pertanian Wilayah Kerja Sebatik, Maruliman.
Pada saat dilakukan pemeriksaan, ditemukan 12 jenis buah segar diantaranya apel, jeruk, pir, anggur, kelengkeng, papaya, dan beberapa jenis buah lainya. Pemilik barang H tidak bisa menunjukan surat lengkap,
"Yang bersangkutan tidak bisa menunjukan Phitosanitary Certificate dari Negara asal, oleh karena itu dilakukan penahanan," urai Maruliman.
Diduga, pasokan buah segar yang masuk secara illegal ini untuk memenuhi kebutuhan menjelang Natal dan Tahun baru. Di mana permintaan buah segar di Kaltara meningkat. Sehingga oknum memanfaatkan momen ini sebagai upaya memperkaya diri, dengan melakukan tindakan illegal. (asp/asp)











































