Surat Berbau Misterius Gemparkan PN Denpasar

Surat Berbau Misterius Gemparkan PN Denpasar

- detikNews
Senin, 06 Jun 2005 14:50 WIB
Denpasar - Bau menyengat langsung menyerang indera penciuman saat sebuah amplop surat dibuka. Kepala pun pusing tujuh keliling dibuatnya. Lagi-lagi teror terkait kasus Corby?Peristiwa ini membuat gempar suasana Pengadilan Negeri (PN) Denpasar. Apalagi mengingat modus yang hampir serupa, yakni teror serbuk anthrax melalui pengiriman paket pernah menimpa KBRI Canberra, Australia, meski kemudian serbuk itu dinyatakan tidak berbahaya.Petugas kepolisian pun berdatangan satu per satu sejak pukul 15.00 Wita, Senin (6/6/2005), untuk segera melakukan pemeriksaan di kantor yang berlokasi di Jalan Sudirman Denpasar ini.Ceritanya berawal pada Jumat, 3 Juni 2005. Ketua PN Denpasar Nengah Suryada mendapat kiriman surat. Saat surat itu dibuka, bau yang sangat tajam dan menyengat langsung tercium."Pada saat saya buka, saya tidak sadar apakah ada serbuk atau tidak. Tapi yang jelas mengeluarkan bau yang sangat menyengat. Dalam beberapa saat, saya langsung pusing," tutur Suryada.Setelah membaca isi suratnya, Suryada merasa pusing di kepalanya semakin berat. Suryada pun memutuskan segera pulang untuk beristirahat. Sementara surat berbau misterius itu dibiarkan tersimpan di ruang kerjanya.Nah, pada hari Senin pagi ini, tepatnya setelah tiga hari berselang, sopir Suryada bernama Wayan Suparta membuka ruang kerja bosnya itu. Tak dinyana, begitu membuka pintu, bau menyengat langsung menyergapnya.Suparta langsung berupaya menghilangkan bau misterius itu dengan menghidupkan AC dan kipas angin. Tapi baunya tak kunjung hilang.Walhasil, Suryada pun tak berani memasuki ruang kerjanya. Dia pun pindah ruang kerja. Karena curiga, Suryada langsung menghubungi Poltabes Denpasar untuk melaporkan peristiwa aneh tersebut.Lalu apa sebenarnya isi suratnya? Surat itu tertanggal 2 Juni 2005. Surat itu ditujukan langsung kepada Suryada. Pada amplop surat tertulis pengirimnya: Australian Consul General, Bali.Ini saja sudah cukup aneh, mengingat amplop surat lembaga resmi pastilah ada cetakan nama lembaga dan logo di sudut kiri atas amplop. Jadi nama lembaga bukan ditulis tangan ataupun ketikan maupun print-an.Isi suratnya dalam bahasa Indonesia kurang lebih berbunyi: Kami mengharapkan saudara kiranya memberikan kopi putusan kasus Miss Corby.Lalu di bawah surat tertulis, tertanda Ross Tysoe selaku A/C Konsulat Jenderal. Kemudian ada stempel Konjen Australia, Bali.Motif serupa sebelumnya menimpa KBRI Canberra, Australia. PM Australia John Howard meyakini teror serbuk anthrax melalui paket yang diterima KBRI Canberra terkait kasus Corby.Schapelle Leigh Corby merupakan perempuan Australia yang menerima vonis 20 tahun penjara oleh PN Denpasar dalam kasus kepemilikan 4,2 kg mariyuana. Para pendukung Corby pun protes, meski Howard mengimbau warganya untuk menghormati proses peradilan Indonesia.Sedangkan Corby, meski juga protes dengan vonis yang diterimanya, namun dia menyesalkan dan tidak respek dengan pelaku teror KBRI Canberra. Terlebih lagi aksi itu dikaitkan dengan dirinya. (sss/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads