Mahasiswa UKI Men-sweeping Aparat & Mobil Dinas Tramtib

Mahasiswa UKI Men-sweeping Aparat & Mobil Dinas Tramtib

- detikNews
Senin, 06 Jun 2005 14:39 WIB
Jakarta - Seorang mahasiswa Universitas Kristen Indonesia (UKI), Victor Djami, hingga kini terbaring koma akibat dihajar aparat Tramtib Pemerintah Kota Jakarta Timur (Jaktim) pada 17 Mei lalu. Mahasiswa UKI berniat balas dendam dengan cara men-sweeping aparat dan mobil dinas Tramtib DKI.Aksi penyisiran terhadap petugas dan mobil dinas Tramtib ini dilakukan oleh sekitar 10 mahasiswa UKI, salah satunya perempuan alias mahasiswi. Mereka menyisir ruas jalan di depan kampus UKI, Jl. Sutoyo, Cawang, Makassar, sejak pukul 13.30 WIB, Senin (6/6/2005).Dalam aksi yang digelar di bawah guyuran hujan deras ini para mahasiswa mempersenjatai diri dengan balok kayu dan bambu panjang. Mereka jugaa memakai ikat kepala merah bertuliskan "Victor".Hingga berita ini dilaporkan sekitar pukul 15.00 WIB, para mahasiswa UKI itu belum berhasil menemukan mobil dinas milik Tramtim atau Pemprov DKI.Kalau ditemukan? "Kalau ada mobil Tramtib lewat akan kita ambil, kita pukuli. Kalau kabur kita timpukin dan kita kejar," tukas Doni, koordinator aksi sweeping ini.Menurut Doni, aksi ini digelar supaya tuntutan mereka dipenuhi oleh Pemda DKI. "Pelaku ditangkap, ditahan, dan diadili, dan meminta pertanggungjawaban pemda terhadap Victor seperti biaya pengobatan dan biaya hidup," ujarnya.Sebelumnya, Mahasiswa dan Ikatan Alumni UKI telah menyampaikan tuntutan kepada Gubernur DKI Sutiyoso dan Walikota Jaktim Koesnan A. Halim untuk membiayai perawatan Victor Djami di Rumah Sakit UKI. Keduanya juga diminta untuk menanggung biaya Victor. Sebab jika sembuh, Victor dipastikan akan mengalami cacat tetap dan tidak bisa mencari nafkah.Kejadian yang menimpa Victor ini berawal ketika 400-an aparat Tramtib dari Pemkot Jaktim membongkar paksa warung-warung milik pedagang kaki lima di sekitar kampus UKI. Mahasiswa UKI memrotes tindakan itu dan terjadi bentrokan antara massa pedagang yang berbaur dengan mahasiswa melawan aparat tramtib. Victor, yang menjadi anggota korps sukarelawan, dihajar aparat Tramtib ketika hendak menolong seorang pedagang yang tergeletak terkena batu. Victor dihajar dengan pentungan di bagian kepala, badan dan kaki. Tempurung kepalanya remuk karena dipukul dengan batu besar. (gtp/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads