DetikNews
Rabu 06 Desember 2017, 00:31 WIB

Erupsi Gunung Agung, Anggota Komisi X Soroti Recovery Pariwisata Bali

Elza Astari Retaduari - detikNews
Erupsi Gunung Agung, Anggota Komisi X Soroti Recovery Pariwisata Bali Anggota Komisi X DPR Putu Supadma Rudana (Dok. Istimewa)
Jakarta - Gunung Agung di Bali hingga kini masih berstatus Awas setelah erupsi. Anggota Komisi X DPR Putu Supadma Rudana meminta pemerintah mempercepat penanganan ekonomi pariwisata di Bali.

"Masyarakat kita hampir 80 persen bergantung dari sektor pariwisata. Pemerintah pusat harus segera bergerak bersama-sama pemerintah daerah untuk segera 'me-recovery' pariwisata di Bali," ujar Putu dalam keterangan tertulis, Selasa (5/12/2017).

Bila recovery terhadap pariwisata Bali tak segera dilakukan, Putu khawatir akan terjadi banyak PHK massal. Hal tersebut dapat memunculkan pengangguran-pengangguran baru di Bali, bahkan hingga kebangkrutan perusahaan.

Dia juga berharap pemerintah pusat dan daerah mengambil langkah konkret untuk me-recovery Bali dengan menyiapkan shuttle bus gratis dari satu tempat wisata ke wisata lain. Ini, menurut Putu, dapat menarik minat wisatawan asing untuk kembali datang ke Pulau Dewata.

"Bencana ini tidak bisa dihindari tapi harus dikelola agar pariwisata bali bisa kembali membaik. Menyediakan shuttle bus gratis, menyediakan supporting airport yang terdekat, seperti di Bandara Juanda Surabaya, atau membuka airport khusus pariwisata pada malam hingga pagi hari meskipun cost lebih tinggi," papar anggota DPR Dapil Bali ini.

Putu melihat masih kurangnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam kemajuan pariwisata di Bali. Untuk itu, dia melihat perlu ada peningkatan kerja sama antara pusat dan daerah, apalagi setelah adanya bencana Gunung Agung.

"Ini harus sustainable tourism sehingga destinasi akan terus berkembang dan memberikan dampak yang besar demi kemajuan pariwisata di Bali ini," ucap Putu.

Politikus Partai Demokrat tersebut menyempatkan diri menyinggahi Desa Pekraman Padangtegal, yang memiliki destinasi wisata spiritual di Ubud, Sacred Monkey Forest Sanctuary. Dia datang bersama pihak Kementerian Pariwisata.

Dalam kesempatan itu, Putu memberikan bantuan berupa alat kebersihan dan handy talkie kepada masyarakat setempat. Dia mengapresiasi Desa Pengkraman Padangtegal yang telah banyak memberikan kontribusi kesejahteraan kepada desa di sekitarnya, baik dari tempat pariwisata, tempat makan, penginapan, maupun restoran.

"Sebagai anggota Komisi Pariwisata DPR RI, saya memberikan apresiasi yang tinggi kepada Desa Pengkraman Padangtegal yang telah berkomitmen dan berdedikasi untuk memberi inspirasi kepada pariwisata Indonesia, dan dunia tentang konsep sadar wisata yang menerapkan konsep sapta pesona yang melibatkan seluruh aspek masyarakat sekitar, dan dampak positif kepada lingkungan," papar Putu.

"Pajaknya saja tiap bulan sekitar Rp 600 juta kepada pemerintah daerah. Ini unik, sebuah desa adat memberikan dampak yang begitu luas bagi kemajuan masyarakat dan daerahnya," sambungnya.
(elz/ams)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed