Ketua KPUD DKI Ngaku Stres Berat dan Siap Ditangkap
Senin, 06 Jun 2005 13:35 WIB
Jakarta - Penasaran dengan sakit yang diderita Ketua KPUD DKI Jakarta M Taufik, sejumlah wartawan mendatangani RS Agung di Manggarai. Taufik tampak terbaring lemah dengan selang infus menghiasi tangan kirinya."Saya stres berat sehingga mempengaruhi lever saya. Saya dulu pernah kena hepatitis, jadi mungkin kambuh lagi," tutur Taufik lirih di RS Agung, Jl. Sultan Agung, Manggarai, Jakarta, Senin (6/6/2005).Taufik yang wajahnya tampak pucat mengaku masuk ke RS Agung pukul 23.30 WIB, Minggu (5/6/2005). Di ruang perawatan nomor 407, Taufik didampingi istrinya, Yuni, dan salah satu anaknya. Di depan ruang perawatan tersebut terlihat dua orang yang mengaku kerabat Taufik tengah berjaga-jaga. Meski di depan pintu ruang tersebut tertulis 'Mohon maaf pasien tidak bisa dijenguk karena butuh istirahat', wartawan yang datang menbesuk tidak ditolak sama sekali. Mereka tetap diizinkan masuk meski secara bergantian.Kepada wartawan Taufik menyampaikan, akibat stres yang dideritanya, kemungkinan dia harus istirahat di rumah sakit selama 2-3 hari. "Tapi saya siap diperiksa. Kalau sudah sehat saya akan memenuhi panggilan," katanya.Bahkan Taufik mengaku siap ditangkap jika penanganan yang harus diterimanya memang seperti itu. "Nggak apa-apa. Saya siap, tidak masalah," tukasnya.Mengenai penyitaan berkas oleh tim penyidik Kejati, Taufik juga mengaku tidak keberatan. "Di ruangan saya tidak ada berkas, karena semua berkas ada di ruang sekretariat, bendahara dan divisi lain. Silakan saja kalau mau melakukan," ujarnya.Tim penyidik Kejati DKI seyogyanya hari ini akan memeriksa tersangka kasus korupsi dana APBD 2004 untuk KPUD sebesar Rp 168,6 miliar tersebut. Namun dengan alasan sakit, Taufik tidak menampakkan batang hidungnya di kantor yang terletak di Jalan Rasuna Said tersebut.Kepada wartawan, Kasi Penerangan Hukum dan Humas Kejati DKI Jakarta yang juga anggota penyidik, Haryono menegaskan, tim penyidik akan mengecek langsung ke RS Agung apakah benar Taufik sakit.Kajati DKI Jakarta Rusdi Taher mengatakan, sekitar pukul 11.00 WIB, tim penyidik Kejagung sudah tiba di RS Agung. Namun hingga waktu yang ditetapkan itu, wartawan tidak melihat kehadiran tim penyidik ke RS Agung.
(umi/)











































