Hal ini dijelaskan oleh Nusron Wahid di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (5/12/2017). Menurutnya, ada tiga faktor yang membuat Airlangga sebagai calon ketua umum terkuat pengganti Novanto.
"Pertama akseptabilitas," kata Nusron.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Airlangga dipandangnya sebagai satu nama yang punya aspek penerimaan paling unggul. Dia bisa diterima semua kubu (faksi) dalam lingkup internal Golkar.
"Kedua, memang hari ini stok yang ada di Partai Golkar sedang limited (terbatas), yang bisa 'menjahit' semua itu (faksi-faksi)," kata Nusron.
Faktor selanjutnya adalah restu dari Jokowi. Faktor yang ini memang berpengaruh, namun Nusron menilai ini bukanlah faktor yang utama.
"Itu hanya salah satu variabel, bukan variabel yang utama. Kalau direstui (Jokowi) tapi ditolak (pemilih calon ketua umum), mau apa?" ujar Nusron.
Kendati demikian, Airlangga disebutnya sudah punya semua syarat yang diperlukan untuk menjadi Ketua Umum Golkar, termasuk diterima para pemilih calon ketua umum di Golkar dan direstui Jokowi sekaligus.
"Memang ada faktor bawah, faktor tengah, faktor atas. Jadi di tiga faktor itu beliau memenuhi syarat," ujar Nusron.
Sebelumnya, Airlangga, yang kini masih menjabat Menteri Perindustrian, mengaku telah meminta izin kepada Presiden Jokowi. Jokowi disebut merestui niat Airlangga itu.
"Saya minta izin dibolehkan untuk ikut, karena saya kan pembantu beliau. Jadi saya minta izin. Harus lebih baik," kata Airlangga di Hotel Borobudur, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Senin (27/11). (dnu/tor)










































