Puluhan Pejabat Nganjuk Diperiksa KPK di Madiun

Sugeng Harianto - detikNews
Selasa, 05 Des 2017 13:39 WIB
Bupati Nganjuk non aktif Taufiqurrahman (agung/detikcom)
Madiun - Sejumlah pejabat di Pemerintah Kabupaten Nganjuk diperiksa penyidik KPK di Polres Madiun Kota. Pemeriksaan diduga terkait kasus jual beli jabatan dengan tersangka Bupati Nganjuk, Taufiqurrahman.

Dari pantauan detikcom di gedung Bhara Makota, Selasa (5/12/2017), para pejabat datang sekitar pukul 10.00 WIB. Mereka datang dengan mengenakan pakaiaan seragam dinas baik krem maupun baju batik. Ada sekitar 15 orang penyidik KPK berada di lokasi sejak sekitar pukul 09.20 WIB.

Dari data yang dihimpun, KPK memanggil 32 pejabat Pemkab Nganjuk. Dari 32 tersebut telah hadir di antaranya.

1. Agus Subagiyo Sekretaris Daerah (Sekda)
2. Bambang Eko Suharto mantan Kepala Bappeda Nganjuk yang kini menjabat sebagai Kepala Arsip dan Perpustakaan
3. Hani Adi Nugroho Kasi Program dan Evaluasi, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bina Marga
4. Hoedoyoantan Kepala DPU Pengairan yang sekarang menjabat Sekertaris Dinas Lingkungan Hidup
5. Hoedoyo mantan Kepala DPU Perumahan dan Permukiman,
6. Jusuf Satrio Kepala DPU Perumahan dan Permukiman.

"Saya tidak tahu soal apa. Saya belum tahu. Ini belum diperiksa. Saya hanya bawahan, di dalam banyak ada Sekda Pak Agus," kata mantan Kepala Bappeda Nganjuk yang kini menjabat sebagai Kepala Arsip dan Perpustakaan Bambang Eko Suharto.

Ditanya soal kaitannya dengan kasus jual beli jabatan dengan tersangka Bupati Nganjuk, Bambang mengaku belum mengetahui secara pasti. Dia menyampaikan hanya mendatangi panggilan dari KPK.

Dia mengaku baru satu tahun menjabat sebagai Kepala Dinas Kearsipan Nganjuk. Mengenai siapa saja yang dipanggil KPK, Bambang juga mengaku tidak tahu. Namun, dia menjawab di gedung pemeriksaan ada 30-an pejabat, termasuk rekanan. (asp/asp)