"Sampah wajib di sini itu pembalut sama diaper. Kalau pembalut itu dibuang di dalam rumah bau, jadinya dibuang ke kali. Sisanya sampah plastik," kata Munzir, Kepala Regu Tim 2 Krukut Bawah UPK Badan Air Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Pusat, di lokasi, Selasa (5/12/2017).
Kali Jati Bunder, Tanah Abang, setelah dibersihkan pasukan oranye. (Indra Komara/detikcom) |
Munzir mengatakan, pasukan oranye membersihkan kali itu pukul 08.00 WIB sampai pukul 12.00 WIB setiap hari. Peralatan yang digunakan mulai sepatu bot, kayu, hingga garpu sampah.
"Kita di sini timnya ada tujuh orang, kadang yang libur cuma satu, jadi berenam," ujarnya.
Meski dibersihkan setiap hari, Munzir memaparkan, kondisi kali bisa berubah jadi kotor kembali dalam hitungan jam. Hal itu karena warga sekitar yang tidak peduli akan lingkungannya.
"Kita sering nasihati tapi mereka iya iya saja. Nanti di belakang kita, beda lagi. Kita jalan sedikit saja, nanti ada lagi sampah baru," ujarnya.
Sejak pagi tadi, sekitar pukul 08.00 WIB, Munzir dan enam rekannya nyebur ke kali untuk memungut sampah. Pantauan di lokasi, sekitar pukul 10.30 WIB, kondisi kali sudah bersih.
Kali Jati Bunder, Tanah Abang, setelah dibersihkan pasukan oranye. (Indra Komara/detikcom) |
Karung-karung bekas sampah juga sudah ditempatkan di sudut kali yang nantinya akan diangkut menggunakan truk sampah. Munzir mengingatkan kepada warga sekitar untuk tidak lagi membuang sampah di kali.
"Ya harus buang di karung. Itu sudah kita siapkan ratusan karung di pinggir kali. Kalau kali bersih kan enak," ujarnya. (idh/idh)












































Kali Jati Bunder, Tanah Abang, setelah dibersihkan pasukan oranye. (Indra Komara/detikcom)
Kali Jati Bunder, Tanah Abang, setelah dibersihkan pasukan oranye. (Indra Komara/detikcom)