DetikNews
Senin 04 Desember 2017, 19:32 WIB

Warga Depok Kini Bisa Tahu Perkembangan Kasus Lewat Online

Mei Amelia R - detikNews
Warga Depok Kini Bisa Tahu Perkembangan Kasus Lewat Online Foto: Dok. Istimewa
Depok - Polresta Depok membuat terobosan baru dalam pengawasan penyidikan perkara di kepolisian dengan membuat Sistem Informasi Penyidikan (SIP) online. Dengan adanya SIP online ini masyarakat pun bisa mengetahui perkembangan penyidikan yang ada di Polresta Depok.

Kapolresta Depok Kombes Herry Heryawan mengatakan, SIP online merupakan implementasi dari program 'Promoter' Kapolri yang salah satunya membuat terobosan pelayanan masyarakat berbasis online.

"Saya ingat beberapa minggu yang lalu di tembok Cina begitu saya foto bahwa (ada tulisan, red) 'polisi merupakan pengawalan peradaban', peradaban saat ini merupakan teknologi informasi. Kalau kita tidak mengetahui peradaban saat ini, kita akan hilang dimakan zaman," terang Herry, Senin (4/12/2017).

Peluncuran Sistem Informasi Penyidikan (SIP) online di Polresta DepokPeluncuran Sistem Informasi Penyidikan (SIP) online di Polresta Depok Foto: Dok. Istimewa

Dia mengatakan terobosan ini dibuat atas banyaknya keluhan dari masyarakat dalam pelayanan kepolisian, terutama di bidang reserse. Dengan adanya SIP online ini, masyarakat berkepentingan bisa mengikuti perkembangan kasus yang tengah berjalan di Polresta Depok.

"Untuk SIP online dikandung maksud untuk pelapor dan korban, kita ketahui banyak komplain dari masyarakat dan hampir 75 persen dari bidang Reskrim. Dengan adanya ini sehingga pelapor bisa memantau perkembangan sampai sejauh mana kasus yang dihadapi," sambung Herry.

Ia berharap, dengan adanya SIP online ini dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Masyarakat bisa mengaksesnya melalui website www.sipdepok.com.

"Mudah-mudahan diaplikasikan dapat memberikan pelayanan yang cepat kepada masyarakat Kota Depok dan saya mengajak kepada personel untuk masyarakat kita anggap sebagai raja kita tingkatkan kinerja untuk menuju lebih baik," lanjutnya.

Program ini sebetulnya telah di-launching bersamaan dengan HaloPolisi dan Panic Button yang menjadi salah satu unggulan program Polresta Depok, pada Februari 2017 lalu.

Sementara Deputi Pelayanan Publik Kemenpan-RB Diah Natalisa memberikan apresiasi atas terobosan Polresta Depok ini. Sejalan dengan program tersebut, Kemenpan-RB sendiri memiliki aplikasi untuk mengelola sistem pelayanan publik.

"Untuk SIP, kami Kemenpan mengelola sistem pelayanan publik yaitu aplikasi lapor, aplikasi lapor kami banyak menerima informasi dari masyarakat, kami sangat mengapresiasi dengan Polda Metro Jaya dalam rangka perbaikan layanan publik," kata Diah yang juga menghadiri peluncuran SIP online dan SKCK online tersebut.

Deputi Pelayanan Publik Kemenpan-RB Diah NatalisaDeputi Pelayanan Publik Kemenpan-RB Diah Natalisa Foto: Dok. Istimewa

Di lokasi yang sama, Wakapolda Metro Jaya Brigjen Purwadi Arianto mengatakan polisi masa depan harus mengikuti perkembangan yang terjadi di masyarakat agar senantiasa meningkatkan mutu pelayanan publik.

"Masyarakat punya harapan, untuk itu polisi harus merespons. Di sisi lain kita harus ada peningkatan kinerja dan peningkatan sinergis. Kita tempatkan diri pada pelayanan ini. Ada suatu perubahan mindset dimana masyarakat saat ini menjadi raja dan polisi sebagai pelayan, polisi tidak bisa kerja sendiri tapi polisi punya partner di Muspida dan kementerian," kata Purwadi.

Ia berharap, program ini akan diteruskan oleh AKBP Didik Sugiarto yang sebentar lagi akan mengisi jabatan Kapolresta Depok menggantikan Kombes Herry yang akan mengikuti pendidikan Sespati (Sekolah Perwira Tinggi).

"Launching ini pesan yang harus dilanjutkan dari Kapolres lama kepada Kapolres pengganti. Di pinggir Jakarta ada contoh kota Depok yang bisa sinergi dengan keamanan, kebakaran, kesehatan, dan lain-lain. Kebijakan Kapolri yang promerter dimana yang terakhir adalah kepercayaan, dimana kepercayaan bisa didapat dari ketulusan melayani dan kecepatan merespons," papar Purwadi.

Pangkas Birokrasi, SKCK Online Diluncurkan

Pada saat bersamaan, Polresta Depok juga meluncurkan program SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian) online. Dengan adanya terobosan ini masyarakat tidak perlu lagi mengantre untuk membuat SKCK.

Peluncuran SKCK online di Polresta DepokPeluncuran SKCK online di Polresta Depok (Foto: Dok. Istimewa)

SKCK online ini memangkas birokrasi yang panjang. Pemohon nantinya bisa mengakses lewat website https://polrestadepok.skckonline.id.

Wakapolda Metro Jaya Brigjen Purwadi Arianto mengomentari program SKCK online ini. Menurutnya, ada dua teori yang mendasari dalam SKCK online ini yakni teori birokrasi dan teori permintaan pasar.

"Kedua teori ini harus bersinergi. Mari kita berikan apresiasi kepada Kapolresta Depok atas semua ini mudah-mudahan ke depannya semakin berkembang," tandas Purwadi.

Pemohon SKCK dapat mengurusnya di polsek terdekat, polres atau di pelayanan SKCK online tanpa harus kembali ke alamat sesuai KTP, karena data catatan kepolisian sudah terintergrasi dengan pelaku kriminal di Satreskrim atau pelaku kriminal narkoba di Satresnarkoba, pelaku tindak pidana ringan, ataupun pelaku laka lantas.

Pemohon yang sudah mendapatkan kode booking atau pendaftaran, cukup menunjukkan kode pendaftaran kepada petugas dengan membawa serta persyaratan yang diperlukan. Untuk pengecekan keaslian KTP (yang telah menggunakan e-KTP) dilakukan dengan mengecek sidik jari dan retina mata atau NIK dengan menggunakan alat MEMBIS dari Inafis Polri yang tah terintegrasi dengan data e-KTP di Disdukcapil.
(mei/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed