KLHK Gelar Konferensi Nasional Kajian Lingkungan Hidup Strategis

Dwi Andayani - detikNews
Senin, 04 Des 2017 11:51 WIB
Menteri LKH Siti Nurbaya. (Dwi/detikcom)
Jakarta - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengadakan konferensi nasional kajian lingkungan hidup strategis (KLHS) di Indonesia. Konferensi ini digelar untuk me-review pengembangan KLHS antara Indonesia dan Denmark.

"Konferensi yang diselenggarakan hari ini dilatarbelakangi banyak hal yang perlu menjadi perhatian kita. Pertama ada kebutuhan untuk melakukan review pengembangan KLHS selama 10 tahun terakhir," ujar Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar di Mandarin Oriental Hotel, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (4/12/2017).

Siti mengatakan hal penting yang harus dibahas adalah proses inisiasi awal, penelitian, pembangunan sistem, institusionalisasi, hingga menjadi sebuah kebijakan nasional.

"Akhirnya menjadi kebijakan nasional untuk diterapkan sebagai perangkat pengaman pembangunan berkelanjutan," ujar Siti.

Menurutnya, KLHS kerja sama Indonesia dan Denmark ini sangat penting untuk penyelamatan lingkungan. Salah satunya adalah sebagai proses pendukung dalam pengambilan keputusan.

"Sebagai proses pendukung pengambilan keputusan yang sistematis ditujukan untuk meyakinkan bahawa akses-akses lingkungan dan kesinambungan betul-betul dipertimbangkan dalam menyusun kebijakan rencana dan program," kata Siti.

Hal lainnya adalah sebagai instrumen untuk kebijakan rencana dan program (KRP). Serta mendukung efektivitas dan efisiensi dalam pengambilan keputusan.

"Yang kedua pentingnya KLHS sebagai instrumen yang diarahkan untuk KRP yang scientific knowledge dalam metode atau penilaiannya," ujar Siti.

"Ketiga KLHS menyiapkan langkah kerja yang terstruktur dalam pengambilan keputusan untuk mendukung efektivitas dan efisiensi pengambilan keputusan, peningkatan dah kesinambungannya dengan membantu establish fokusnya," sambungnya.

Siti berharap konferensi ini dapat menghasilkan harmonisasi energi yang besar untuk melajukan perbaikan. Konferensi ini dihadiri 200 peserta dari perwakilan kementerian dan lembaga yang diwakili perwakilan daerah provinsi, pusat studi lingkungan Indonesia, LSM, dan para praktisi. (idh/idh)