"Stok lauk-pauk kami menipis. Sejak banjir kemarin, hanya sejumlah logistik saja diberikan pihak kecamatan. Namun, jumlah tersebut sudah menipis. Kalau beras masih ada, namun lauk-pauknya seperti ikan kaleng, ikan asin sangat dibutuhkan warga," kata Kepala Desa Bili Baro, Nafiah dihubungi detikcom, Minggu (3/12/2017).
Warga Desa Bili Baro juga membutuhkan suplai air bersih dan air minum. Biasanya warga memakai air dari sumur, namun saat ini sumur terendam banjir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nafiah mengaku, desanya saat ini terisolir. Jika ingin ke ibu kota Aceh Utara di Lhoksukon, tertahan air begitupun ke kecamatan tetangga lainnya. Dia berharap tim dari dinas terkait terus memantau keadaan 80 kepala keluarga yang ada di desanya termasuk segera menyuplai bantuan masa panik berikutnya. (dkp/dkp)











































