Warga Diminta Waspadai Jebolnya Bendungan Sungai Laborus di Sinabung

Ahmad Bil Wahid - detikNews
Minggu, 03 Des 2017 09:33 WIB
Foto: Dok. BNPB
Jakarta - Aktivitas Gunung Sinabung, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, masih tinggi dan berstatus awas. Warga yang tinggal di lereng gunung tak hanya dilarang mendekati kawah, namun juga diminta waspada terhadap potensi lahar yang melewati arus Sungai Laborus.

"Masyarakat yang berada dan bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di Gunung Sinabung agar tetap waspada terhadap potensi bahaya lahar," kata Kepala Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangannya, Sabtu (2/12/2017).

Sutopo menyebut saat ini sudah terbentuk bendungan di hulu Sungai Laborus. Jika bendungan itu jebol, bukan tak mungkin lahar panas atau banjir bandang menjadi ancaman baru bagi warga di sekitar sungai.

"Mengingat telah terbentuk bendungan di hulu Sungai Laborus maka penduduk yang bermukim dan beraktivitas di sekitar hilir daerah aliran Sungai Laborus agar tetap menjaga kewaspadaan karena bendungan ini sewaktu-waktu dapat jebol karena tidak kuat menahan volume air sehingga mengakibatkan lahar atau banjir bandang ke hilir.

BPBD Kabupaten Tanah Karo rencananya segera melakukan sosialisasi ancaman bencana lahar atau banjir bandang. Sasarannya yakni penduduk yang bermukim dan beraktivitas di sepanjang hilir dan sekitar Sungai Laborus.

Sepanjang Sabtu (2/11), tercatat 3 kali letusan dari kawah Sinabung dengan tinggi abu vulkanik mencapai 1.300 meter lebih. Guguran awas panas juga terjadi dengan jarak luncur mencapai 3.000 meter.

"Teramati 3 kali letusan dengan tinggi abu vulkanik 1300 sampai 2500 meter dan warna kelabu. Teramati awan panas guguran dengan jarak luncur 3000 meter kearah Tenggara menuju Selatan. Teramati guguran dengan jarak luncur 2500 meter kearah Tenggara menuju Selatan," pungkasnya. (abw/jbr)