SBY Akan Peringati Hari Lingkungan Hidup di Cipanas

SBY Akan Peringati Hari Lingkungan Hidup di Cipanas

- detikNews
Senin, 06 Jun 2005 07:27 WIB
Jakarta - Indonesia merupakan salah satu tempat dengan tingkat kerusakan hutan tertinggi di dunia. Rusaknya hutan dipercaya sebagai sumber bencana. Hal itu sudah seringkali terbukti dengan adanya bencana yang datang silih berganti.Bertepatan dengan hari lingkungan hidup, Senin (6/6/2005), mungkin kita semua perlu merenungkan diri. Apa yang sudah kita perbuat demi hijaunya lingkungan kita. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pun bakal memperingati hari lingkungan hidup ini. Berlokasi di Istana Presiden, Cipanas, Jawa Barat, peringatan ini akan dimulai dengan kegiatan upacara pada pukul 10.00 WIB.Dalam acara kenegaraan ini, akan dibacakan amanat Presiden RI dan penyerahan penghargaan Kalpataru dan Adipura oleh Presiden RI. Penghargaan Kalpataru diberikan kepada anggota masyarakat dan kelompok masyarakat yang telah berhasil dalam upaya pelestarian lingkungan. Sedangkan penghargaan Adipura, diberikan kepada kepala daerah (bupati/walikota) yang telah berhasil mendorong penciptaan kota bersih dan hijau. Kedua penghargaan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi anggota masyarakat lainnya, yakni untuk mendorong pelestarian lingkungan di Indonesia. "Acara ini akan berlangsung kurang lebih selama 2 jam," kata Kepala Biro Pers Istana Garibaldi Sujatmiko kepada detikcom ketika dihubungi melalui telepon, Senin (6/6/2005). Gari juga mengatakan, SBY akan ditemani Menteri Negara Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar beserta sejumlah menteri. Sebagai informasi, penghargaan Kalpataru sempat terhenti sejak tahun 1998. Sebelumnya, ada 125 tokoh yang dinilai layak menerima penghargaan ini. Namun setelah diseleksi, terpilih 10 orang yang ditetapkan layak menerima penghargaan tersebut. Sedangkan penghargaan Adipura, diikuti 164 kota yang kemudian akan dipilih kota yang paling bersih dan paling hijau. Wapres Jusuf Kalla pernah mengusulkan, selain menentukan kota terbersih, panitia harus mengumumkan pula kota terkotor. Namun usulan itu masih dipertimbangkan, karena tidak semua kota mengikuti perlombaan tersebut. (atq/)


Berita Terkait