DetikNews
Sabtu 02 Desember 2017, 11:37 WIB

Ibaratkan 212 Seperti Naik Haji, Ahmad Dhani: Ingin Balik Lagi

Mochamad Zhacky - detikNews
Ibaratkan 212 Seperti Naik Haji, Ahmad Dhani: Ingin Balik Lagi Ahmad Dhani di Reuni 212. (Zhacky/detikcom)
Jakarta - Ahmad Dhani ikut hadir di Reuni 212. Dia pun mengibaratkan aksi 212 seperti naik haji atau umrah di Arab Saudi yang selalu ingin didatanginya.

Bukan hanya 212, Ahmad Dhani juga menyebut aksi 411 (4 November) dengan hal yang sama. Dia mengaku senang ada kegiatan reuni semacam ini.

"Saya kan pernah 411, seperti orang naik haji, umrah rasanya biasanya pengen balik lagi, 411 lalu balik lagi ke 212, tapi alhamdulillah ada reuni. Menurut saya, ini bukan reuni tapi ini bisa annual (semusim/setahun)," ujar Dhani saat hendak beranjak dari lokasi Reuni 212 di Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (2/12/2017).

Ibaratkan 212 Seperti Naik Haji, Ahmad Dhani: Ingin Balik LagiAhmad Dhani di Reuni 212. (Zhacky/detikcom)

Dhani mengaku sempat deg-degan saat hendak datang ke Reuni 212 ini. Dia sempat khawatir tak bisa datang karena menjalani pemeriksaan sebagai tersangka ujaran kebencian di Polres Jakarta Selatan.

"Sempat traumatik juga, rasanya kayak tahun lalu. Mudah-mudahan nggaklah," ucap Dhani.

Kader Geridra ini punya pesan terkait Reuni 212. Menurut Dhani, apa yang dilakukan hari ini merupakan reaksi dari umat Islam.

"Saya rasa ini adalah reaksi. Kalau dibilang aksi ini kurang setuju. Ini reaksi dari apa yang dialami umat Islam dua tahun terakhir," ujarnya.

Soal anggapan aksi-aksi seperti 212 merupakan bentuk memecah belah umat, Dhani punya tanggapan sendiri. Dia kemudian menyebut soal perbedaan umat yang datang ke Reuni 212 dengan yang tidak.

"Kalau saya sih pasti terbelah. Ini umat Islam yang tidak bisa didikte oleh penguasa, yang tidak datang ini yang bisa didikte. Ini prediksi saya," tukas Dhani.

Ibaratkan 212 Seperti Naik Haji, Ahmad Dhani: Ingin Balik LagiFadli Zon di Reuni 212. (Zhacky/detikcom)

Pernyataan Dhani itu langsung disela oleh Fadli Zon, yang ada di sebelahnya. Fadli, Dhani, dan Fahri Hamzah pulang dalam satu mobil.

"Maksudnya tidak ada keterpecahan. Ini kan kegiatan konstitusional, ini kan karena ada pihak tertentu yang melihat Islam ini sebagai masalah, seolah mau memecah belah," jelas Fadli.

"Ini yang nggak ngerti sejarah. Ceramah dilarang, diperiksa, ini justru kegiatan yang memecah belah umat Islam," tambah Waketum Gerindra itu.

Fadli mengatakan umat Islam merupakan mayoritas di Indonesia. Wakil Ketua DPR itu menyebut umat Islam adalah yang paling depan dalam mempertahankan negara.

"Umat Islam ini adalah umat mayoritas dan 100 persen yang moderat. Seperti dikatakan Fahri, kalau ada apa-apa umat Islam yang akan mempertahankan negara ini. Yang paling depan," tutup Fadli.
(elz/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed