Sutrisno Diminta Mundur, PAN Harus Segera Gelar KLB

Sutrisno Diminta Mundur, PAN Harus Segera Gelar KLB

- detikNews
Minggu, 05 Jun 2005 19:39 WIB
Jakarta - Meski sudah menjelaskan secara terbuka bahwa utangnya tidak macet, namun tetap saja Soetrisno Bachir dituding sebagai pengemplang utang yang menyebabkan kredit macet di Bank Mandiri. Bahkan Soetrisno kembali didesak mundur dari posisinya sebagai Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN).PAN juga didesan harus segera menyelenggarakan kongres luar biasa (KLB) untuk memilih ketua umum yang lebih bersih dan berwibawa. "Kalau ingin melihat PAN lebih besar dan dipilih rakyat, maka inilah momentum untuk mengembalikan citra PAN yang bersih dan berwibawa," ujar mantan pengurus Dewan Pimpinan Pusat PAN yang juga Ketua Peduli Amanat Reformasi (Pari) Armyn Gultom dalam siaran pers yang diterima detikcom, Minggu (5/6/2005)."Tidak ada pilihan lain kecuali mengganti Soetrisno dan pengurus bermasalah lainnya," tambah Armyn Gultom. Seperti diketahui, pekan lalu Departemen Keuangan telah menyerahkan daftar nama 34 debitor bermasalah yang menyebabkan kredit macet di Bank Mandiri ke Dewan Perwakilan Rakyat. Nama Soetrisno Bachir termasuk dalam 34 debitor itu.Sosok Amien Rais yang sangat menentukan kemenangan Sutrisno dalam Kongres ke-2 PAN di Semarang, menurut Armyn, harus turut bertanggung jawab. Amien sebagai ketua Majelis Pertimbangan PAN harus mendorong terjadinya KLB sebagai wujud tanggung jawabnya. "Amien harus berpikir jernih mengurai persoalan di tubuh PAN," ujarnya.Dia juga mengkritik anggota PAN Alvin Lie. Alvin dinilai tidak memiliki visi kepartaian dan tidak memahami masalah finansial karena menganggap kredit macet sebagai persoalan enteng-entengan. "Apa ia lupa, satu penyebab negeri ini terpuruk adalah kredit macet. Ia seperti melihat dengan kaca mata kuda," tukasnya.Selain itu, lanjut Armyn, sikap Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP PAN Totok Daryanto perlu dipertanyakan. Totok justru menyatakan kredit macet Sutrisno tidak mencoreng nama baik dan citra PAN. "Masak sih seorang ketua Bappilu berpikiran sependek itu? Bagaimana mungkin bisa memenangkan pemilu kalau PAN masih dilumuri masalah kotor seperti itu," katanya. (atq/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads