Minimalkan Dampak Lahar Dingin, Sungai di Karangasem Dinormalisasi

Minimalkan Dampak Lahar Dingin, Sungai di Karangasem Dinormalisasi

Prins David Saut - detikNews
Jumat, 01 Des 2017 15:02 WIB
Minimalkan Dampak Lahar Dingin, Sungai di Karangasem Dinormalisasi
Foto: Prins David Saut/detikcom
Karangasem - Sejumlah sungai yang diperkirakan menjadi aliran lahar dingin mulai dinormalisasi. Salah satunya Sungai Buhu di Sibetan, Karangasem, Bali.

Pantauan detikcom di Sungai Buhu, Sibetan, Karangasem, Bali, Jumat (1/12/2017), tampak dua unit ekskavator mengeruk material dari sungai. Sungai tersebut menghubungkan Dusun Yeh Bunga di Sibetan dengan Desa Jungutan.

Dua alat berat itu menggali dasar sungai sedalam 1 meter. Galian yang didapatkan hanya berupa pasir dan bebatuan.
Minimalisir Dampak Lahar Dingin, Sungai di Karangasem DinormalisasiFoto: Prins David Saut/detikcom

Alat berat juga melebarkan sungai hingga 8 meter, yang sebelumnya hanya selebar 5 meter. Proyek yang berlomba dengan waktu ini ditargetkan sepanjang 1.500 meter.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini proyek antisipasi aliran lahar dingin, didalamkan 1 meter dan dilebarkan jadi 8 meter. Lahar dingin mengalir di sini dari Yeh Bunga di atas, yang setengah dusunnya sudah tertutup aliran lahar dingin, hingga Jungutan," kata pengawas proyek Made Pelor (44).

Normalisasi aliran lahar dingin ini juga untuk mengantisipasi kerusakan di sarana dan prasarana publik. Dua sekolah, yakni SMU 1 Bebandem dan SMP 1 Bebandem, berada di dekat Sungai Buhu.

"Ini untuk menyelamatkan jalan utama, jembatan, dan dua unit sekolah dari ancaman lahar dingin. Walau aliran lahar dingin belum mengalir ke sini, dulu 1963 lewat sini," ujar Pelor. (vid/jor)


Berita Terkait