23 Pasang Pengungsi Nikah Massal di Pengungsian

23 Pasang Pengungsi Nikah Massal di Pengungsian

- detikNews
Minggu, 05 Jun 2005 16:43 WIB
Banda Aceh - Cinta bersemi tak mengenal lokasi maupun situasi. Meski masih dirundung kesedihan karena bencana gempa dan tsunami, 23 pasang menikah massa di tempat pengungsian, kompleks TVRI, Desa Gue Gajah, Aceh Besar. Setelah menikah ke-23 pasangan ini menggelar resepsi massal di lokasi tersebut, Minggu (5/6/2005). Sepuluh pasang diantaranya adalah duda dan janda akibat tsunami.Meski semua keluarga dekat pengantin hadir, banyak pasangan yang tetap tabah. Senyum sumringah terus mengembang di wajah Cehsyam (60), sepanjang hajatan resepsi itu digelar. Pria yang kehilangan isteri dan 3 orang anaknya dalam peristiwa tsunami 26 Desember 2004 lalu ini akhirnya kembali menemukan jodohnya Mariati (34), janda beranak 1. Suami Mariati juga meninggal dalam peristiwa tsunami lalu. Chesyam ketika tsunami terjadi, sempat terseret air sekitar 100 meter."Saya bertemu dengan Mariati di masjid. Sehabis Isya, saya mengajar ngaji di masjid. Salah satu murid saya Mariati. Kami sering saling berpandangan," ujar Cehsyam pada wartawan di sela-sela resepsi, Minggu (5/6/2005). Masjid yang terletak di komplek TVRI Stasiun Banda Aceh itu, merupakan masjid yang digunakan sekitar 3 ribu pengungsi yang sudah mendiami lokasi itu sejak 5 bulan lalu.Dari saling pandang itulah, keduanya sering mengobrol. Cehsyam kemudian mengutarakan niatnya melamar Mariati. Gayung bersambut, dengan mas kawin 1 mayam โ€“sekitar 3,3 gram- akhirnya pria yang sebelumnya berjualan sepeda motor bekas ini naik pelaminan."Anak saya yang selamat tinggal seorang, dia setuju. Sekarang dia tinggal di barak. Mariati, dari suaminya dulu dapat satu orang anak perempuan sekitar umur 4 tahunlah," terang Cehsyam lagi. Di bibirnya terus tersungging senyum. "Dari pada nanti saya tidak bisa menjaga pandangan saya dan hal-hal lainnya, saya lamarlah dia. Kebetulan dia mau," ungkap pria yang sebelumnya tinggal di kawasan Lampseh, Banda Aceh ini.Sama seperti Cehsyam, pasangan-pasangan lainnya juga tampak bahagia. Meski terlihat juga ada yang malu-malu. Selain memakai pakaian adat Aceh, beberapa pasangan terlihat memakai pakaian Jawa dan Palembang. Ada juga yang memakai busana nasional.Tiga tenda dipasang, untuk menampung para undangan dan pengungsi bersantap siang. Satu tenda khusus untuk duduk para pasangan-pasangan itu. Resepsi massal ini juga dimeriahkan dengan berbagai tarian tradisional. Menurut Aradi, koordinator pengungsi di kamp tersebut, dana hajatan ini berkisar Rp 97 juta. โ€œMasih ditanggulangi panitia, karena beberapa proposal yang kami ajukan belum cair,โ€ terangnya.Selain nikah massal, Senin besok juga akan digelar sunatan massal bagi 200 orang anak yatim di lokasi yang sama. โ€œKalau anak-anak yang mau khitan, seluruh biaya ditanggung Islamic relief,โ€ katanya. (jon/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads