Urai Kepadatan di Merak, 5 Dermaga dan 23 Kapal Dioperasikan

Urai Kepadatan di Merak, 5 Dermaga dan 23 Kapal Dioperasikan

Muhammad Iqbal - detikNews
Jumat, 01 Des 2017 12:24 WIB
Urai Kepadatan di Merak, 5 Dermaga dan 23 Kapal Dioperasikan
Suasana di Pelabuhan Merak (Muhammad Iqbal/detikcom)
Jakarta - Kepadatan kendaraan dan penumpang masih terjadi di Pelabuhan Merak, Banten, imbas penutupan pelabuhan akibat gelombang tinggi di Selat Sunda. Kini lima dermaga dan 23 kapal kembali dioperasikan untuk mengurai kepadatan.

Kapal berukuran besar dikerahkan untuk mengangkut penumpang lebih banyak. Pengoperasian itu menyusul cuaca di lintas Merak-Bakauheni kembali normal, sehingga PT ASDP dan pihak otoritas pelabuhan memutuskan membuka lima dermaga dan mengoperasikan 23 kapal.

"Kapal yang ada di sini 64, kita kondisikan dengan kondisi dermaga sehingga kapal yang beroperasi 23 kapal dengan berbagai kapal perusahaan pelayaran," kata General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak Fahmi Alweni kepada wartawan, Jumat (1/12/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Pengoperasian lima dermaga dan 23 kapal itu, menurut Fahmi, tidak dipaksakan dan sesuai dengan prosedur karena sudah mendapat izin dari Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP). Selain itu, kondisi cuaca saat ini sudah mulai normal dengan tinggi gelombang 1-1,5 meter, sedangkan kecepatan angin berkisar 25 knot.

Suasana di Pelabuhan MerakSuasana di Pelabuhan Merak (Muhammad Iqbal/detikcom)

"Kalau kondisi dipaksakan, tidak. Karena kewenangan ada di KSOP sebagai pemberi otoritas kewenangan dalam memberikan kondisi cuaca sehingga, apabila kita paksakan, surat izin berlayar kita tidak akan diberikan," ujarnya.

Atas kepadatan yang terjadi di pelabuhan, lanjut Fahmi, pihaknya meminta maaf kepada para pengguna jasa pelabuhan. Hal tersebut tidak lepas dari faktor cuaca ekstrem yang kemarin sempat melanda Selat Sunda hingga berimbas pada penghentian pelayanan di Pelabuhan Merak.

"Kami memohon maaf karena kondisi cuaca seperti ini sehingga pelayanan tertunda," ucapnya. (hri/hri)


Berita Terkait