"Sekarang harganya Rp 5 juta per ekor. Saya tidak mau jual. Kalau standar itu harganya Rp 9 juta," ujar seorang pemilik sapi ternak Kadek Sun kepada detikcom, Jumat (1/12/2017).
Pengepul datang dengan menawar hewan dengan harga murah (Ardian Fanani/detikcom) |
Kadek mengaku para pembeli sapi ini terkadang menakut-nakuti pemilik ternak dengan mengatakan sudah tidak ada bantuan pakan lagi. Selain itu, mereka juga mengembuskan isu bahwa Gunung Agung segera meletus besar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemilik hewan ternak terpaksa menjual hewan dengan harga murah (Ardian Fanani/detikcom) |
Wayan Sumatera, pembeli sapi dari Bangli, mengaku sengaja datang ke lokasi penampungan hewan untuk membeli banyak sapi untuk dikirim ke Jakarta. Dia mengaku saat ini harga sapi di wilayah terdampak erupsi Gunung Agung lebih murah dibandingkan di daerah lain.
"Mereka membutuhkan uang. Makanya kita bantu. Sementara untung kami juga bagus," ujarnya.
Meski pasokan pakan ternak terus datang, pihak penampungan hewan tak dapat berbuat banyak (Ardian Fanani/detikcom) |
Sementara itu, Oka Suasana, yang merupakan koordinator penampungan sementara hewan ternak di Desa Nongan, Kecamatan Rendang, Karangasem, mengatakan pihaknya tak bisa berbuat banyak jika pemilik ternak menjual ternaknya kepada pembeli. Namun beberapa kali pihaknya menjelaskan kepada pemilik ternak bahwa bantuan pakan ternak terus mengalir di penampungan ini.
"Ya repot jika sudah kehendak pemilik. Tapi kami juga setiap hari sosialisasi ke mereka bahwa pakan masih banyak," ujarnya. (jbr/jbr)











































Pengepul datang dengan menawar hewan dengan harga murah (Ardian Fanani/detikcom)
Pemilik hewan ternak terpaksa menjual hewan dengan harga murah (Ardian Fanani/detikcom)
Meski pasokan pakan ternak terus datang, pihak penampungan hewan tak dapat berbuat banyak (Ardian Fanani/detikcom)