Banjir Lumpur, Ruas Jalan Longsor dan 10 Rumah Hancur

Banjir Lumpur, Ruas Jalan Longsor dan 10 Rumah Hancur

- detikNews
Minggu, 05 Jun 2005 14:25 WIB
Donggala - Hujan seminggu yang mengguyur Desa Sibalaya, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tenggara, mengakibatkan jebolnya bendungan Gumbasa, Sabtu (4/6/2005). Sepuluh rumah hancur, puluhan rumah terendam lumpur dan ruas jalan Palu-Kulawi longsor.Desa yang berpenduduk 300 kepala keluarga ini, diterpa banjir lumpur akibat hujan yang mengguyur desa selama seminggu terakhir. Hujan mengakibatkan longsoran tanah di sejumlah perbukitan di Lembah Palu. Longsoran berbentuk lumpur akhirnya menutup saluran utama tanggul bendungan Gumbasa. Debit air yang tidak tertampung, akhirnya menjebol dinding bendungan. Aliran lumpur membawa batang-batang kayu besar dan batu-batu sebesar batok kelapa. Banjir seketika menghantam pemukiman penduduk yang berlokasi di sebelah barat bendungan. Banjir lumpur mulai menghantam pemukiman penduduk sekitar pukul 17.00 WITA. Masyarakat sempat panik mendengar gemuruh air. Seusai Magrib, penduduk sontak mengungsi ke desa tetangga, Sidondo. Penduduk mulai kembali melihat rumah mereka pada Minggu pagi. Betapa terkejutnya mereka, setelah mengetahui rumah mereka sudah hancur oleh air dan lumpur. Rata-rata rumah yang hancur adalah rumah berdinding papan. Sedangkan rumah yang terendam lumpur, kebanyakan rumah berdinding tembok. Walaupun belum ditemukan korban jiwa, kerugian harta benda belum terhitung. Selain menghantam rumah, banjir juga mengakibatkan longsornya ruas jalan yang menghubungkan Kabupaten Palu dan Kulawi. Longsoran tersebar di sekitar lima titik ruas jalan dengan panjang sekitar lima-sepuluh meter. Selain itu, banjir lumpur juga menghanyutkan ratusan kilo biji kakao dan gabah kering milik petani setempat. Masyarakat kini tengah mengevakuasi sebagian barang-barang mereka yang bisa diselamatkan. Barang-barang tampak menumpuk di ruas jalan kabupaten, menunggu diangkut ke tempat yang lebih aman. Puluhan kepala keluarga memilih mengungsi ke rumah terdekat kerabat mereka yang tidak terkena bencana. Sebut saja Andi Asri, warga yang ditemui detikcom di sekitar lokasi bencana. Andi tengah mengevakuasi barang-barang yang bisa diselamatkan dari rumahnya. Istri Andi, Erni, tampak tengah sibuk mengangkut barang-barang mereka ke atas mobil pick up. Begitu pun warga yang luput dari bencana, ikut memilih mengungsi dan meninggalkan rumah mereka untuk sementara. Karena khawatir, saat ini, air masih mengalir melalui dinding bendungan yang jebol.Aktivitas warga dan longsornya sejumlah titik ruas jalan sempat menghambat arus lalu lintas. Para pemakai jalan harus ekstra hati-hati melintasi jalan utama yang menghubungkan Kabupaten Palu-Kulawi.Sejumlah petugas polres Donggala sudah berada di lokasi. Bupati Donggala Adam Lamarauna juga sempat berkunjung ke lokasi. Ia berjanji akan membantu pembersihan rumah warga. Sementara itu, sebuah alat berat milik kimpraswil Donggala tengah mengeruk longsoran lumpur yang mengendap. (dni/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads