Fadli mengimbau kepada para aparat untuk mengamankan acara tersebut. Menurut Fahri, aksi 212 tahun lalu berjalan tertib sehingga dia memandang tak ada bahaya-bahaya dari acara ini.
"Kegiatan ini justru harus diamankan, dijaga, supaya tidak ada provokasi upaya lain karena saya sangat yakin kegiatan ini akan berjalan tertib, damai, sebagaimana tahun lalu. Tahun lalu malah aksi damai, sekarang peringatan maulid Nabi dan reuni akbar dari 212," ujar Fadli di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (30/11/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Sekjen FUI Muhammad Al Khaththath, yang hadir dalam pertemuan, mengatakan acara reuni besok murni damai. Al Khaththath menyebut acara reuni dimulai pukul 03.00 WIB dengan salat tahajud.
"Salat tahajud. Sabtu dini hari jam 3 itu tahajud, kemudian di Monas karena memang kepolisian menyarankan untuk salatnya di Istiqlal, kemudian untuk maulid dan reuni di Monas. Tapi kelihatannya panitia mempertimbangkan itu malah tambah ribet nantinya kan ada pergerakan," terang dia.
Seusai tahajud, peserta reuni akan menonton suatu film. Lalu kegiatan berlanjut zikir, maulid, dan pidato dari beberapa tokoh. Al Khaththath juga mempersilakan jika Presiden Joko Widodo hadir. Dia menganggap Jokowi alumni 212 karena tahun lalu hadir di Monas.
"Apa Presiden boleh hadir? Ya, wong alumni ya boleh saja hadir," ucap dia.
Baca juga: Foto: Ini Arena Kongres Nasional Alumni 212 |
"Jadi kita mau tahajud mulai jam 3. Ada film kenangan 212, 'The Power of Love' judulnya. Masak nonton film 'The Power of Love' dilarang? Nggak masuk akal banget," terang dia.
Al Khaththath juga membantah agenda 212 berkaitan dengan politik. Al Khaththath menepis pernyataan Kapolri bahwa reuni 212 muaranya ialah kontestasi politik 2019.
"Saya nggak tahu ya, nggak ngerti maksud beliau. Tanya sama beliau saja," ucap dia.
Terakhir, Al Khaththath menyampaikan kekhawatirannya tentang reuni 212 itu.
"Cuma saya khawatir saja kalau begini tiba-tiba saya diambil lagi. Akan menggerakkan massa dari Monas ke DPR padahal Pak Fadli sudah ke Monas, ngapain ke DPR lagi," pungkas dia. (gbr/dkp)











































