DetikNews
Kamis 30 November 2017, 18:39 WIB

Kasus Pencurian Ikan, 12 WN Filipina Dideportasi

Michelle de Jonker - detikNews
Kasus Pencurian Ikan, 12 WN Filipina Dideportasi Ilustrasi (ari/detikcom)
Bitung - Imigrasi Kota Bitung dan Rudenim Kota Manado mendeportasi 12 WNA asal Filipina. Mereka dideportasi setelah 1 tahun dipenjara di kasus pencurian ikan dan identitas palsu.

Mereka dipenjara di Lembaga Pemasyarakatan Kota Bitung. Satu di antaranya juga terlibat kasus pemalsuan Kartu Identitas. "Sekarang yang dideportasi ada delapan orang terkait kasus ilegal fishing dan pemalsuan KTP. Mereka semua sudah dari dipenjarakan, selama satu tahun di Lembaga Pemasyarakatan di Kota Bitung," kata Kepala Kantor Imigrasi Kota Bitung, Lexi Mangindaan kepada detikcom, Kamis (30/11/2017).

Keempat orang WNA ini adalah tangkapan dari Tahuna dan Baru. Mereka menginjakan kaki di Manado selama satu minggu. Sementara itu tahanan WNA yang lain dikirimkan dari Kota Bitung berjumlah delapan orang.

"Kasus mangael= tangkap ikan. Sepuluh ekor diperairan Indonesia. Memang datang dari Filipina, ditangkap di Pulau Sanger, bulan September," kata salah seornag yang dideportasi, Jan Carli King.

Menurut Kepala Divisi Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Sulur, Dodi Karnida, mereka datang naik kapal kecil. Lalu sesampainya di Tahuna, mereka bertemu bosnya yang mempekerjakan mereka sebagai tenaga ahli tangkap ikan.

"Mungkin kapalnya di Tahuna resmi namun awak kapalnya tenaga asing. Maka mereka ada enam orang asal Filipina ditangkap di Kepulauan Tahuna. Dua orang lainnya salah satunya yaitu kapten kapal masih dalam proses sidang di Tahuna. Kami akan masukan mereka dalam daftar orang yang tidak boleh lagi masuk ke Indonesia," ungkap Dodi Karnida.

Mereka dipastikan tidak diizinkan kembali masuk negara Indonesia pasca kasus ini. Sesuai dengan Peraturan Mentri Susi Pudjiastuti.
(asp/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed