Desa Besakih berjarak di 6 Km dari puncak Gunung Agung. Gunung tertinggi di Pulau Bali ini terlihat jelas di sepanjang jalan desa.
Foto: ardian |
Pantauan detikcom di lapangan, Kamis (30/11/2017), sepanjang jalan banyak daun-daun tanaman yang gugur. Rumput dan ilalang terlihat menguning dan layu. Begitu juga banyak pohon besar tak berdaun. Sementara bekas debu tidak banyak terlihat. Maklum beberapa hari diguyur hujan.
Jalan raya juga terlihat lengang. Tak hanya itu, kebun Kakao milik rakyat juga terlihat terbengkalai.
Beberapa anjing berkeliaran di sepanjang jalan dan di dalam rumah warga. Beberapa rumah dan toko terlihat tertutup rapat. Tak ada aktifitas sama sekali di desa yang dekat dengan Pura Besakih ini.
Detikcom sempat bertemu dengan beberapa warga yang mengambil perkakas rumah tangga, seperti kasur, kompor dan selimut. Mereka terlihat sedang mengangkat kasur ke mobil pikap.
Foto: ardian |
"Ini buat di pengungsian. Di sana tidak ada kasur. Sekalian bersih-bersih rumah juga. Banyak kena debu abu Gunung Agung," ujar Wayan Warni (45) warga Desa Besakih, bersama dengan keluarganya.
Wayan Warni mengaku sudah sebulan lebih dirinya tak pulang ke rumah. Terakhir sebulan lalu, saat status Gunung Agung sempat diturunkan menjadi Siaga.
"Sempat pulang sebentar. Tapi karena memang wilayah ini rawan suruh balik lagi ke pengungsian di Rendang," pungkasnya. (asp/asp)












































Foto: ardian
Foto: ardian