"Kita bersama pemerintah pusat, yang dalam hal ini Menko Kemaritiman, sudah memiliki grand design untuk membuka akses jalur darat. Sehingga jalur ini nanti mengatasi masyarakat di pesisir timur agar tidak terisolasi," papar Bupati OKI Iskandar kepada wartawan, Kamis (30/11/2017).
Menurut Iskandar, selama ini pembangunan wilayah di pesisir OKI belum banyak tersentuh karena akses yang sulit dijangkau. Baik infrastruktur, air bersih, listrik, maupun sanitasi sulit tersalurkan antara daerah daratan OKI dan wilayah pesisir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akses jalur darat sendiri akan dimulai dari Desa Talang Jaya, Kecamatan Cengkul, menuju Desa Pratama Mandira dengan jarak sekitar 70,3 km. Nantinya jalur ini akan dikerjakan dengan tiga segmen, mulai dari Talang Jaya-Harapan Jaya (20,7 km), Sungai Ceper-Bumi Pratama Mandira (32 km), dan Bumi Pratama Mandira-Ujung Tambak (5 km).
Diketahui, Kabupaten OKI memiliki garis pantai sepanjang 295,14 km sebagai sumber maritim yang dapat dikembangkan, baik perikanan, mangrove, terumbu karang, dan bahan bioaktif. Selain itu, wilayah itu dapat dikembangkan sebagai kawasan pariwisata dengan kekayaan sumber daya alam yang melimpah lainnya.
Selama ini, masyarakat sekitar hanya memanfaatkan hasil tangkapan ikan dan menjualnya ke wilayah Provinsi Lampung, yang merupakan akses jalur terdekat. Untuk aktivitas sehari-hari, masyarakat hanya bisa memanfaatkan wilayah perairan. (asp/asp)











































