Dan salah satu daerah yang terkena dampak dari badai siklon tropis Cempaka tersebut adalah Kota Semarang. Pengaruh badai Cempaka setidaknya terlihat pada hari Selasa (28/11/2017). Hujan deras dengan durasi sangat lama mengguyur ibu kota Jawa Tengah itu selama hampir seharian penuh. Akibatnya, terjadi genangan pada sejumlah titik di Kota Semarang.
Bergerak cepat, Rabu siang (29/11/2017), Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengecek kesiapan sejumlah kali yang ada di Kota Semarang. Pria yang akrab disapa Hendi tersebut ingin memastikan, saat hujan belum turun, sungai-sungai tersebut dalam kondisi kosong atau kering.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara detail, Hendi menjelaskan pengeringan sungai tersebut dilakukan melalui penyedotan air dengan 11 pompa yang berada pada wilayah Bulu Drain, Semarang Indah, Madukoro, Kali Semarang, Kalibaru, Kolonel Sugiyono, Kandang Kebo, Berok, Kartini, dan Kampung Kali.
Optimis Pengerjaan Proyek Infrastruktur Tepat Waktu
Selain mengecek sejumlah aliran sungai di Kota Semarang, Hendi meninjau sejumlah proyek infrastruktur di Kota Semarang untuk memastikannya dapat diselesaikan tepat waktu. Di antaranya pengerjaan lapangan di Sport Center Tri Lomba Juang. Di sana, Hendi optimistis seluruh proyek infrastruktur di Kota Semarang dapat diselesaikan tepat waktu.
"Salah satunya kita lihat di Tri Lomba Juang ini yang progresnya sudah mencapai 84 persen, dengan tenggat pengerjaan masih ada dua minggu, sampai 16 Desember 2017," tuturnya sembari berjalan mengelilingi lintasan lari Tri Lomba Juang.
Diungkapkannya, peningkatan infrastruktur di lapangan olahraga Tri Lomba Juang tersebut menjadi penting untuk kemajuan Kota Semarang. Hal ini karena, selain berfungsi sebagai fasilitas olahraga, lapangan tersebut akan difungsikan sebagai lapangan rekreasi.
"Tadi sudah saya komunikasikan juga untuk bisa ditambah sarana permainan anak-anak pada area ini di tahun depan yang dapat digunakan masyarakat secara gratis," tandas Hendi. (idr/ega)










































