Diberitakan Korupsi, Calon Walikota Dumai Ancam Wartawan
Sabtu, 04 Jun 2005 22:34 WIB
Pekanbaru - Diberitakan terlibat korupsi APBD Rp 12,7 miliar, calon Walikota Dumai Wan Syamsir Yus berang. Mantan Walikota Dumai itu bersama keponakannya Wan Syahril mengancam seorang wartawan media local Metro Riau yang bertugas di Dumai, Mohamad Dahyar. Wah?Ancaman pembunuhan ini diungkapkan Mohamad Dahyar saat dihubungi detikcom, Sabtu (5/06/2005) di Dumai, sekitar 250 km arah utara dari Pekanbaru. Dahyar menceritakan, dia mendapat ancaman dari Wan Syamsir Yus melalui telepon pada akhir pecan lalu. Dahyar diminta segera meninggalkan kota Dumai."Tim sukses dan pendukung saya sudah mencari Anda. Karena itu, saya minta kau tinggalkan kota Dumai saat ini juga. Bila tidak, nyawa kau dan nyawa keluargamu tidak bisa saya pertanggungjawabkan," ancam Wan Syamsir Yus lewat telepon seperti ditirukan Dahyar. Namun Dahyar tidak gentar dan menjawab ancaman tersebut. "Kalau bapak mau membunuh saya dan keluarga saya, ya silahkan saja," tantang Dahyar.Menurut Dahyar, ancaman datang lagi pada 1 Juni 2005. Saat itu keponakan Wan Syamsir Yus, Wan Syahril, yang melakukannya. Ancaman itu dilakukan Wan Syaril ketika Dahyar sedang berkumpul dengan sejumlah wartawan di Dumai.Waktu itu, cerita Dahyar, Wan Syahril mengancam dengan sebilah pisau untuk mengoyak-ngoyak mulut Dahyar. Hanya saja, ketika itu Wan Syahril tidak mengetahui yang mana Dahyar. "Dia melakukan ancaman di depan wartawan dan mencari-cari wartawan Metro Riau. Namun waktu itu dia tidak mengenal saya," tutur Dahyar.Karena adanya ancaman kedua ini, Dahyar melaporkannya kepada Polres Dumai. "Saat ini pihak kepolisian tengah mencari keberadaan Wan Syahril. Tadi malam, tim Buser Polres Dumai juga mencarinya, namun belum ketemu," kata Dahyar.Dahyar menjelaskan, ancaman yang diterimanya itu bermula dari pemberitaan di medianya tentang kasus dugaan korupsi yang dilakukan Wan Syamsir Yus saat menjabat Walikota Dumai sebanyak Rp 12,7 miliar. Akibat pemberitaan itu, baik calon walikota dan pendukungnya pun berang."Saya sudah pernah sampaikan kepada Wan Syamsirr Yus atau pendukungnya, bila ingin minta klarifikasi, silahkan ke redaksi saya yang ada di Pekanbaru. Sebab, berita sepenuhnya menjadi tanggungjawab redaksi," kata Dahyar.Sedangkan Wan Syamsir Yus yang beberapa kali dihungbungi detikcom tidak bersedia menerimanya, kendati nada telepon selulernya aktif.
(gtp/)











































