"Ya sabar, tunggu saja, nggak usah dipolemikkan, nggak usah dibicarakan, apalagi diperjudikan. Itu biasa, pergantian biasa kok," kata Wiranto saat ditemui di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (29/11/2017).
Wiranto mengatakan banyak perwira TNI yang dianggap pantas menjadi Panglima TNI. Meski demikian, dia berharap ada satu sosok yang dapat mengemban tugas untuk menciptakan suasana yang teduh dan kondusif.
"Cukup banyak para perwira di negeri ini yang mampu menjalankan jabatan seperti itu. Diharapkan satu sosok yang dapat mengemban tugas dalam kondisi seperti ini yang kita inginkan semuanya berjalan damai, berjalan tenang, teduh, kondusif agar semua kegiatan pembangunan dan kegiatan politik nasional bisa berjalan dengan baik. Siapa orangnya kita tunggu saja," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, dia juga menegaskan persoalan pergantian Panglima TNI tersebut merupakan urusan dan hak prerogatif Presiden Jokowi.
"Nggak semua orang ikut campur. Karena Presiden punya pertimbangan tertentu untuk mengangkat panglima yang tepat. Dan mengangkat Panglima TNI pada kondisi objektif bangsa ini, siapa, tentu beliau sudah punya pilihan dan tidak usah diributkan karena pada saatnya harus pensiun," katanya.
"Saya sendiri juga mantan panglima mau pensiun tidak ribut," tambahnya.
Saat ditanya apakah dirinya ikut memberi masukan kepada Presiden terkait pergantian Panglima TNI, Wiranto enggan menjelaskan.
"Itu urusan saya dengan Presiden, saya tidak sampaikan kepada orang lain," katanya. (jor/rvk)










































