Warga: Desa Tertutup Abu, Saya Sampai Muntah Bau Belerang

Warga: Desa Tertutup Abu, Saya Sampai Muntah Bau Belerang

Ardian Fanani - detikNews
Rabu, 29 Nov 2017 16:17 WIB
Warga: Desa Tertutup Abu, Saya Sampai Muntah Bau Belerang
Foto: Dok. ANTARA Foto/Nyoman Budhiana
Karangasem - Warga Desa Pemuteran, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali, merasakan hujan abu akibat letusan Gunung Agung. Sejak pagi, desa yang jaraknya sekitar 9,3 kilometer dari Gunung Agung itu tertutup abu vulkanik.

"Sudah sejak malam, pagi sampai sekarang hujan abu di desa kami. Daun-daun pohon pada rontok kena abu Gunung Agung," ujar Wayan Wirya (39), warga Pemuteran, Rendang, Karangasem, kepada detikcom, saat ditemui di Pos Pantau Gunung Agung di Desa Rendang, Kecamatan Rendang, Rabu (29/11/2017).

Wayan bercerita daun pohon-pohon di sepanjang jalan rumahnya sudah rontok. Selain itu, rumput sudah tak lagi hijau. Sedangkan tanaman di kebun dan di sawah milik warga sudah layu dan mati.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sudah mati dan layu semua. Tanaman cabai dan sayur daunnya sudah menguning," tambahnya.

Tak hanya abu, bau gas belerang juga tercium di desanya. Bau gas belerang muncul berbarengan dengan hujan abu di wilayah tersebut.

"Sejak malam sudah bau. Tapi semakin siang semakin pekat. Saya sampai muntah," tambahnya.

Saat ini, kata Wayan Wirya, masih ada sekitar 700 keluarga atau kurang-lebih 1.800 jiwa yang belum mengungsi. Mereka masih bertahan di rumah masing-masing.

"Rencananya sudah ada lokasi pengungsian yang dianjurkan oleh pemerintah. Tapi kita akan rembuk terlebih dahulu dengan warga," tambahnya. (asp/asp)


Berita Terkait