Seorang Penderita Busung Lapar Meninggal di NTT
Sabtu, 04 Jun 2005 10:36 WIB
Kupang - Penyakit busung lapar kembali menelan korban. Satu orang penderita penyakit kurang gizi itu di Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) meninggal. Meninggalnya satu penderita busung lapar itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan NTT, Stef Bria Seran, yang duhubungi detikcom pertelepon, Sabtu (4/6/2005)."Seorang penderita meninggal Jumat (3/5/2005) kemarin. Kita baru menerima laporan dari Dinas Kesehatan Sumba Timur. Namanya kita belum bisa sebutkan, karena masih menunggu laporan lengkap," kata Stef.Sementara itu sebanyak 118 penderita yang tersebar di 16 kota dan kabupaten masih menjalani perawatan intensif.Seluruh rumah sakit (RS) milik pemerintah, Puskesmas, RS swasta dan klinik kesehatan kini dalam status siaga. Para tenaga medis diminta untuk tetap bekerja selama 24 jam untuk memberikan pelayanan kepada para penderita busung lapar.Stok obat-obatan di wilayah itu masih mencukupi. Namun pemerintah NTT mengharapkan pemerintah pusat membantu mendistribusikan obat-obatan, makanan padat gizi dan susu. Hingga kini jumlah balita dan anak yang mengalami krisis gizi di NTT mencapai 64 ribu. Umumnya para penderita kurang mengkonsumsi kebutuhan protein dan karbohidrat karena masalah ekonomi dan ketersediaan pangan yang minim. Para penderita busung lapar dan krisis gizi yang menjalani perawatan tidak akan dipungut biaya. Kebijakan ini diambil karena sebagian besar penderita adalah masyarakat miskin yang berpenghasilan sangat rendah.
(iy/)











































