Travel Warning, Pendefinisian Keamanan oleh Asing
Sabtu, 04 Jun 2005 09:43 WIB
Jakarta - Negara-negara barat beramai-ramai melarang warganya berkunjung ke Indonesia. Travel warning! Diyakini aksi ini sudah mengarah pada pendefinisian keamanan domestik oleh asing."Adanya travel warning yang dikeluarkan AS, Australia, Kanada dan lain-lain menunjukkan dominasi sistem keamanan oleh barat. Ini sudah mengarah pada pendefinisian keamanan oleh pihak asing. Semestinya yang tahu persis keamanan domestik, ya aparat Indonesia," kata peneliti Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian UGM Lambang Triyono dalam perbincangannya dengan detikcom, Sabtu (4/6/3005).Oleh karena itu, lanjut Lambang, sudah selayaknya munculnya travel warning tersebut direspons secara serius. "Aparat Indonesia harus bisa meyakinkan bahwa mereka yang lebih tahu kondisi keamanan domestik. Kalau hal itu dibiarkan terus, maka ujung-ujungnya sistem keamanan kita akan tergantung asing. Sistem keamanan kita akan powerless," imbuhnya.Dalam pandangan Lambang, kasus ledakan bom di Tentena tidak akan berlanjut dengan ledakan bom lainnya. "Saya yakin tidak akan disusul dengan bom lain. Kan operasi intelijen dari aparat terus intensif. Biasanya teroris itu selalu memanfaatkan kelengahan aparat dan tidak berurutan," tambah dosen FISIPOL UGM itu.Saat ini menurut Lambang Triyono, setidaknya ada dua langkah yang mesti ditempuh pemerintah dan aparat keamanan untuk dapat melakukan pendeteksian atas berbagai gangguan keamanan. Pertama, memperbaiki sistem keamanan yang mampu menciptakan early warning system agar dapat mencegah berbagai konflik dan teror. Kedua, meningkatkan profesionalitas dan kapasitas aparat keamanan.
(san/)











































