"Ingatkan umat yang namanya pilkada hanya pilihan politik. Di situ perbedaan pendapat pasti ada. Demokrasi memang begitu namanya. Yang harus diingat pilihan kebangsaan, menjaga kerukunan, persaudaraan, persatuan," kata Jokowi di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Selasa (28/11/2017).
Jokowi heran, bagaimana bisa pemilu yang sudah tiga tahun lalu masih terus dibahas. Terlebih ketika isu itu terus digaungkan di kontestasi politik lokal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Presiden Jokowi dan para tokoh lintas agama (Foto: Bagus Prihantoro/detikcom) |
"Yang harus diingat, pilihan kebangsaan, menjaga kerukunan, persaudaraan, persatuan. Ingatkan, setelah memilih, ya rukun kembali. Harus kita masukkan kalimat yang saya sampaikan. Ingat, itu pilihan politik," pesan Jokowi. (bpn/ams)












































Presiden Jokowi dan para tokoh lintas agama (Foto: Bagus Prihantoro/detikcom)