DetikNews
Selasa 28 November 2017, 15:00 WIB

Terungkap! Sopir Go-Car Ternyata Dibunuh 6 Penumpangnya

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Terungkap! Sopir Go-Car Ternyata Dibunuh 6 Penumpangnya Ilustrasi (edi/detikcom)
Pekanbaru - Polresta Pekanbaru berhasil membongkar kasus hilangnya sopir Go-Car, Ardi Nuraswan (23). Sopir taksi online ini ternyata dibunuh 6 penumpangnya.

Demikian disampaikan Kapolresta Pekanbaru Kombes Susanto dalam jumpa pers, Selasa (28/11/2017). Santo menjelaskan pihaknya kini menangkap 4 dari 6 pelaku. Keempat pelaku itu berinisial FA, MP, L, dan V.

"Otak pelaku pembunuhan ini inisial V. Mereka merupakan penumpang Go-Car yang dengan sengaja akan menguasai mobil milik korban merek Suzuki Ertiga," kata Santo.

Peristiwa pembunuhan ini, kata Santo, terjadi pada 22 Oktober 2017. Saat itu 6 pelaku berada di tempat hiburan karaoke di Jl Subrantas, kawasan Panam, Pekanbaru.

Keenam pelaku ini sama-sama bekerja di sebuah perusahaan MLM. Mereka memesan Go-Car saat itu pukul 01.00 WIB. Namun, sebelum korban datang, mereka sudah sempat dua kali menolak sopir taksi online lainnya.

"Sebelum korban, ada dua unit Go-Car yang awalnya datang, yaitu jenis mobil Avanza dan Honda Brio. Tapi keduanya mereka tolak, karena mobil tersebut jika dijual akan murah," kata Santo.

Setelah dua kali menolak, kata Santo, barulah korban Ardi datang dengan mobil Suzuki Ertiga. Selanjutnya mereka masuk ke mobil dan meminta diantarkan ke loket bus Medan Jaya.

Dalam perjalanan menuju loket bus tersebut, sambung Santo, salah satu penumpang minta berhenti sebentar dengan alasan ingin buang air kecil. Setelah mobil berhenti, tersangka V, yang duduk di belakang sopir, langsung menjerat leher korban dengan tali hingga tewas.

Korban sengaja mereka bunuh untuk menguasai mobilnya. Setelah korban dipastikan tewas, mobil dibawa pelaku menuju jalan lintas timur di Kab Siak. Mereka bertujuan membawa mobil tersebut ke Sumatera Utara (Sumut).

"Di tengah perjalanan, jasad korban mereka buang di perkebunan sawit. Pada 7 November, warga menemukan tengkorak manusia di lokasi tersebut dan langsung autopsi," kata Santo.

Korban dilaporkan hilang oleh pihak keluarga pada 23 Oktober. Dari sana polisi melakukan penyelidikan. Para tersangka ini ditangkap pada waktu dan lokasi yang berbeda. Awalnya dua tersangka ditangkap pada 11 November 2017 di wilayah Pekanbaru dengan Kab Kampar, yakni FA dan MP.

"Dua tersangka lagi, L, kita tangkap di Kabupaten Simalungun, Sumut, dan V kita tangkap di Banten," kata Santo.

Selama dalam pelarian, kata Santo, para pelaku awalnya sama-sama berada di Simalungun, Sumut. Dua hari setelah melakukan pembunuhan, para pelaku melihat pemberitaan di media online terkait hilangnya sopir Go-Car.

"Karena ada berita bahwa sopir Go-Car hilang dan pihak kepolisian tengah menyelidiki kasus tersebut, mereka pun sengaja menghilangkan barang bukti mobil dengan cara dimasukkan ke jurang di Simalungun. Setelah itu, mereka berpencar," kata Santo.

Dalam kasus pembunuhan ini, kata Santo, pihaknya menjerat Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, dengan ancaman hukuman mati.

"Mereka ini sudah berencana untuk membunuh korbannya. Mereka sudah mempersiapkan tali untuk menjerat leher korban. Dalam kasus ini, dua pelaku lagi masih kita buru," tutup Santo.
(cha/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed