Politik Uang Bayangi Pilkada di Kebumen dan Pekalongan

Politik Uang Bayangi Pilkada di Kebumen dan Pekalongan

- detikNews
Sabtu, 04 Jun 2005 08:27 WIB
Jakarta - Pemilihan umum langsung kepala daerah (pilkada) menyimpan sejumlah masalah. Selain konflik horisontal, pilkada juga rentan politik uang. Hal itu lah yang saat ini membayangi pelaksanaan pilkada di Kebumen dan Pekalongan yang akan digelar pada Minggu (5/6/2005) besok."Di Pekalongan ada kabar seorang kandidat sudah memesan ribuan kain sarung. Sedangkan di Kebumen, warga sangat terbiasa dengan 'sogokan' berupa unggas mentok dan pemberian rokok," kata Sekjen Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Nur Hidayat Sardini dalam keterangannya kepada detikcom, Sabtu (4/6/2005).Berdasarkan pantauannya di Pekalongan, bentuk pemberian uang dalam modus amplop yang terjadi selama pra-kampanye dan masa kampanye dilaporkan banyak pihak. Sementara pemberian materi sangat diyakini akan terjadi dalam dua tiga hari ini terutama pada detik-detik menjelang hari "H"-nya, dengan istilah-istilah serangan fajar, serangan senja dan lain-lain. "Kalau di Kebumen, sudah lazim ada pemberian unggas mentok, sehingga dikenal sebagai mentokisasi, dan juga pemberian rokok yang dikenal sebagai rokokisasi," imbuhnya.Terkait dengan politik uang ini, ditengarai juga ada unsur judinya. "Bergeraknya penjudi Pekalongan-Kebumen, diyakini akan mempengaruhi bagi penyelenggaraan pilkada di Kebumen dan Pekalongan," ujar Nur Hidayat yang juga dosen FISIP Undip ini.Konflik HorisontalNur Hidayat Sardini juga mengatakan, dalam pelaksanaan pilkada di dua daerah itu pada Minggu (5/6/2005), potensi konflik horisontal antarmassa pendukung sangat besar. Oleh karenanya, para elite masyarakat diminta untuk bisa menahan para pendukungnya agar tidak berbuat keonaran.Di Pekalongan, lanjutnya, sudah ada selebaran gelap saling klaim dan saling serang antarpendukung. Bahkan, dua ormas yang cukup berpengaruh yakni Muhammadiyah dan NU turut disebut-sebut dalam selebaran itu.Berdasarkan data KPUD Pekalongan, saat ini ada empat paket calon yang maju bersaing memperebutkan posisi walikota-wakil walikota yaitu, paket Sigit Sumarhein Yanto-Fredy Wijaya (PDI Perjuangan-PAN), dr. H. Basyir Ahmad-H. Abu Almafachir (Partai Golkar-PC NU), Anthony-Hasyim Faza (PKB) dan Timur Susilo Mirza-Urip Sunarjo (PPP). Demikian juga di Kabupaten Kebumen terdapat juga empat paket yakni, paket Rustriningsih-KH Nazirudin (PDI Perjuangan), Tri Ananto Sasongko-Suprapto (Partai Golkar), Zuhri Efendy-Agus Supriyanto (PAN-Partai Demokrat), Kusnanto-Muzani (PKB). (san/)


Berita Terkait